DetikNews
2017/08/02 11:57:30 WIB

Wawancara Lengkap Novel Baswedan di Blak-blakan detikcom

Indah Mutiara Kami, Dhani Irawan - detikNews
Halaman 4 dari 4
Wawancara Lengkap Novel Baswedan di Blak-blakan detikcom Novel Baswedan / Foto: Dhani Irawan/detikcom


Saat ini dukungan untuk Mas Novel tidak ada habis-habisnya, termasuk reporter kami ke Sumur Umbul di mana masa kecil Mas Novel dulu. Mas Novel sendiri kapan terakhir pulang ke Semarang?

Saya sudah cukup lama tidak pergi ke Semarang karena kedua orang tua saya tinggal di Jakarta. Saya lupa mungkin 3 tahun yang lalu barangkali saya terakhir ke sana, dan tentunya saya tidak bisa datang dalam waktu yang lama. Apabila saya ada di Semarang dan ada kesempatan, biasanya saya suka mampir ke tempat-tempat di mana saya punya kenangan dan sejarah di sana

Di Sumur Umbul sampai SMP atau SMA?

Setelah saya lulus Akpol kemudian saya mengikuti penempatan tugas dan setelah itu orang tua saya pindah dari sana

Mungkin ada kenangan atau masa kecil dulu seperti apa Mas?

Ya tentunya sebagaimana biasanya anak muda, anak kecil, saya juga bergaul dengan lingkungan, dengan masyarakat sekitar. Dan katanya, orang tua saya, dan katanya tetangga saya, saya dulu pendiam, tapi saya kan nggak ingat

Ini dukungan dari masyarakat juga, dari Twitter, Facebook, Instagram. Apa yang ingin disampaikan Mas Novel?

Tentunya saya mengucapkan terima kasih atas dukungan, perhatian, dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia, dan tentunya saya berharap ke depan saya semakin kuat, dengan kejadian ini membuat saya semakin kuat dan semakin berani, saya sama sekali tidak berpikir atau berharap saya menjadi kendur dengan kejadian ini. Begitu juga saya berharap kepada anak-anak muda bahwa negara Indonesia, bangsa Indonesia ini milik kita, kalau kita tidak jaga, kalau kita tidak berbuat untuk bangsa dan negara, kita mau mengharapkan siapa lagi. Kita tahu bahwa masih banyak aparatur yang baik, tetapi aparatur yang korupsi juga banyak, akibat dari korupsi yang terjadi ini mengganggu kepentingan bangsa dan negara. Tentunya merampas hak-hak seluruh warga negara, merampas kepentingan negara untuk bisa berkembang, untuk bisa maju, untuk bisa kuat. Oleh karena itu sangat wajar kalau kita menganggap bahwa koruptor adalah teroris yang sebenarnya. Oleh karena itu menghadapi koruptor yang saya bilang sebagai teroris-teroris kepada bangsa dan negara ini, kita mesti harus berani, kita harus mau berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Begitu juga saya sampaikan kepada seluruh pegawai KPK. Di KPK kita semestinya tidak hanya seperti orang bekerja, tapi berjuang, kalau di KPK hanya untuk bekerja, rasanya Anda salah masuk ke suatu tempat, tapi di KPK berjuang. Di sana harapan masyarakat, harapan seluruh elemen bangsa dan negara itu ditumpukan. Dengan demikian, kita berharap ke depan lembaga negara lainnya bisa berubah untuk mendukung kemajuan bangsa dan negara
(imk/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed