DetikNews
2017/08/02 11:57:30 WIB

Wawancara Lengkap Novel Baswedan di Blak-blakan detikcom

Indah Mutiara Kami, Dhani Irawan - detikNews
Halaman 1 dari 4
Wawancara Lengkap Novel Baswedan di Blak-blakan detikcom Novel Baswedan / Foto: Dhani Irawan/detikcom
Singapura - Penyidik senior KPK, Novel Baswedan blak-blakan tentang aktor intelektual teror terhadap penyidik KPK, dugaan masukan palsu untuk Kapolri, hingga pengusutan kasusnya yang justru mundur. Dia juga bercerita tentang kampung halaman serta masa depannya.

Teror air keras pada 11 April 2017 silam merusak penglihatan Novel sehingga dia harus dirawat di Singapura. Novel kemudian kini menjalani rawat jalan sambil menunggu langkah medis berikutnya.

Blak-blakan dengan Novel Baswedan berlangsung di salah satu lokasi di Singapura, Minggu (31/7/2017). Tim detikcom awalnya menemui Novel di salah satu masjid.

Selepas salat asar, Novel Baswedan tidak langsung beranjak dari posisi duduk tahiyat akhirnya. Dia masih berzikir hingga sebagian besar jemaah meninggalkan masjid.

Setelah berzikir, Novel mengalihkan pandangannya kepada tim detikcom yang memang sudah membuat janji bertemu sebelumnya. Tegur sapa dan bertanya tentang kabar mengawali obrolan kami yang berlanjut ke salah satu lokasi di Singapura.

"Indikasi memang aktor intelektualnya sama, dan ini kemudian saya berpikir mestinya tidak boleh dibiarkan. Sampai kapan lagi negara atau pemerintah abai dengan hal ini. Saya menggunakan kata-kata abai karena ini sangat buruk sekali apabila terjadi lagi, sangat buruk sekali," ucap Novel.

Berikut wawancara lengkap detikcom dengan Novel Baswedan di Singapura:

Mas Novel apa kabar hampir 4 bulan setelah peristiwa yang mungkin tidak bisa mas lupakan?

Saya kabar baik, alhamdulillah, memang saya sekarang dalam tahap pengobatan ya untuk mata kanan dan kiri, terutama mata kiri saya yang memang proses pengobatannya perlu waktu dan perlu treatment yang lebih serius barangkali

Berarti mata kiri Mas Novel yang memang sekarang sedang menunggu langkah medis selanjutnya?

Mata kanan dan kiri sebetulnya, cuma yang kiri treatmennya lebih jauh karena ada bagian-bagian dari organ yang mati sehingga perlu pengobatan yang lebih ekstra di antaranya bisa jadi operasi dan lain-lain

Dalam waktu dekat akan ada langkah medis selanjutnya?

Ya yang saya dapat informasinya dari dokter, tentunya dalam waktu dekat dokter akan memastikan langkah-langkah apa, antisipasi dari risiko-risiko atau efek samping yang perlu diantisipasi setelah itu dokter mungkin akan mengambil langkah untuk operasi

Tapi untuk sehari-hari Mas Novel yang kesulitan apa?

Saya tentunya karena sakitnya di mata, keseharian yang terganggu adalah penglihatan, jadi selain itu, aktivitas saya normal, biasa. Yang berhubungan dengan penglihatan memang tentunya sangat terganggu

Ini sudah hampir 4 bulan di Singapura dan sekarang sudah rawat jalan, bagaimana keseharian Mas Novel sekarang?

Saya kurang lebih sekitar seminggu lewat sedikit atau 10 hari rawat jalan ini, selebihnya saya di rumah sakit, rawat inap. Selama rawat jalan ini alhamdulillah perkembangan saya lebih bagus karena memang dokter meminta saya beraktivitas yang diharapkan dengan aktivitas itu mengembalikan fungsi-fungsi organ yang mati atau rusak dengan lebih cepat, barangkali seperti itu

Seberapa rindu Mas Novel dengan keseharian di KPK, menjadi penyidik, kangen nggak sih?

Tentu ketika berdiam diri saja, tidak banyak aktivitas yang sebagaimana rutin atau normalnya saya beraktivitas itu tidak menyenangkan tentunya. Ketika saya bisa beraktivitas lebih banyak, bisa bermanfaat untuk orang lain dengan lebih banyak, itu sesuatu hal yang saya harapkan tentunya. Jadi kalau seberapa rindu, ya memang saya ingin sebisa mungkin segera bisa kembali beraktivitas yang bisa bermanfaat bagi orang lain-lain

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed