DetikNews
Rabu 01 Mar 2017, 11:59 WIB

Ketua MA Hatta Ali: Fatwa Bisa Dilaksanakan, Bisa Tidak

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Ketua MA Hatta Ali: Fatwa Bisa Dilaksanakan, Bisa Tidak Ketua MA Hatta Ali (ari/detikcom)
Jakarta - Hatta Ali membacakan sumpah sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) periode kedua di depan Presiden Joko Widodo. Hatta Ali berjanji akan terus membenahi badan peradilan untuk menjadi lebih baik.

Berikut wawancara Hatta Ali usai pelantikan di Komplek Istana, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (1/3/2017):

Ini kan periode kedua, apa yang akan diperbaiki ke depannya terutama terkait pengawasan?

Pada tanggal 9 Februari 2017, kami telah memberikan laporan tahunan. Di situ dapat dibaca apa capaian-capaian yang telah dilakukan MA selama lima tahun ke belakang. Dan untuk itu dengan keterpilihan saya kembali, di mana pada umumnya hakim agung masih mempercayakan kepada saya untuk memimpin MA.

Oleh karena itu, ini merupakan tanggung jawab secara moril dari saya untuk bagaimana meningkatkan lagi apa yang sudah dicapai MA selama ini.

Seperti kita ketahui, laporan tahunan, Sisa perkara di MA kurang lebih 2.735, yang blm pernah terjadi sepanjang sejarah MA dan banyak perolehan-perolehan prestasi yang sudah diraih.

Dan saya kira itu semua dapat kita tuangkan di dalam buku laporan tahunan MA.

Apakah di periode kedua ini akan tetap menghindari pemberian fatwa hukum?

Jadi untuk fatwa hukum memang selama di bawah kepemimpinan saya, dan sudah merupakan hasil dari para pimpinan, bahwa sejauh mungkin fatwa kita kurangi. Disebabkan karena apa? Sementara ada pihak yang berasumsi bahwa fatwa itu adalah mengikat untuk dilaksanakan, padahal tidak demikian halnya, bisa dilaksanakan bisa tidak.

Kemudian yang kedua, banyak fatwa yang diajukan oleh pihak-pihak yang berperkara. Kalau kita memberikan jawaban, justru kita tidak mengetahui secara detail permasalahan hukumnya.

Ini bisa disalahgunakan fatwa itu oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab. Oleh karena itu, fatwa itu sangat kritis, sangat selektif dan dibawa ke rapat pimpinan untuk dimusyawarahkan bersama kemudian diputuskan apakah perlu atau tidak memberikan fatwa.

Bagaimana langkah reformasi peradilan ke depan?

Pembersihan di tubuh MA dan seluruh jajaran peradilan di bawahnya semakin kita tingkatkan. Pengalaman-pengalaman yang lalu itulah membuat kita lebih dewasa, lebih mematangkan lagi. khususnya regulasi tentang pengawasan.
Hatta Ali: Fatwa Bisa Dilaksanakan, Bisa TidakHatta Ali (ari/detikcom)

Kita sudah keluarkan berbagai perma, antara lain Perma Nomor 7,8,dan 9 tahun 2016. Ketiga perma ini penekanannya fokusnya adalah masalah pengawasan. Dan oleh karena itu, setiap pelanggar-pelanggar yang terjadi pada saat pelaksanaan tugasnya, yang berkaitan dengan nonteknis dalam arti kata merupakan pelanggaran kode etik, maka tidak ada ampun. Kami akan memindak secara tegas.

Bagaimana dengan hakim yang membebaskan terdakwa korupsi berkali-kali?

Kalau hakim berkali-kali membebaskan terdakwa tentu kita lihat konteks masalah hukumnya. Apakah memang layak terdakwa dibebaskan atau tidak. Kalau memang layak ya inilah independensi hakim dan inilah kemerdekaan hakim.

Tetapi kalau sekedar membebaskan tanpa ada ketentuan yang mendasar, maka ini akan kita melakukan dalam pengawasan teknis yudisial yang dilakukan dan hanya dipunyai oleh MA.

Masa jabatan Anda kan tidak sampai 2022, bagaimana nanti?

Jadi masa jabatan ini, periodenya sebenarnya lima tahun. Tetapi ketentuan UU MA menyatakan bahwa usia pensiun hakim agung adalah 70 tahun.

Oleh karena itu saya terikat pada usia pensiun hakim agung. Kalau pun sudah sampai 70 tahun, sekalipun periode saya belum selesai, saya harus setop sebagai hakim agung dan otomatis setop sebagai Ketua MA.

Ada pesan khusus dari presiden terkait terpilihnya kembali Anda?

Tidak ada pesan khusus tapi beliau mengucapkan selamat atas terpilihnya dan mendukung sepenuhnya. Oleh karena itu saya mempunyai kewajiban moral untuk melaksanakan, memimpin MA ini ke depan selama 3 tahun. Kalau bisa saya tingkatkan lagi dan pengawasan lebih diperketat.

Sebagaiman diketahui, Hatta Ali memenangi pemilihan tanpa ada persaingan yang ketat. Berikut ini perolehan suara pemilihan Ketua MA:

- Hakim agung Hatta Ali 38 suara
- Hakim agung Andi Samsan 7 suara
- Hakim agung Suhadi 1 suara
- Hakim agung Mukti Arto 1 suara
(bpn/asp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed