"Sejak minggu lalu kita melakukan pengecekan angkutan umum dalam rangka operasi lebaran. Mulai akhir pekan lalu, sampai tanggal 24,," ucap Menhub Jonan di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/6/2016).
Jonan mengatakan pengecekan kesiapan angkutan lebaran itu dilakukan secara menyeluruh, sementara pada tahun lalu hanya sampling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu kapal penyeberangan penumpang ada sekitar 1100, itu diperiksa semua. Mestinya jalan, Syahbandarnya aja ada 300 kok. Lalu juga bus AKAP, 1400 kira-kira," imbuh Jonan.
Jonan mengharapkan dengan pemeriksaan seluruh angkutan lebaran, maka tidak ada lagi kecelakaan yang marak terjadi seperti lebaran sebelumnya. Pemeriksaan melibatkan dishub-dishub daerah.
"Juga terakhir kereta api, sekitar 350 lebih lokomotif yang akan digunakan untuk angkutan lebaran dan angkutan penumpang, dan ini sudah jalan sampai 24," tutur Jonan.
Sementara angkutan laut Pelni, total secara keseluruhan dengan angkutan non Pelni armadanya bertambah dibanding tahun lalu. Rata-rata kata Jonan, seluruh angkutan da penambahan 4 persen aramada angkutan lebaran.
"Kalau jumlah sarana rata-rata 3-4 persen lebih banyak dari tahun lalu. Kalau pesawat terbang jumlahnya lebih banyak, hampir 5 persen lebih.
Soal harga, Jonan menyebut tidak perlu khawatir karena ada harga bawah dan atas yang menjadi aturan. Justru yang dia soroti adalah THR yang mestinya bisa dicairkan lebih dini untuk kebutuhan beli tiket.
"Yang menjadi masalah saat ini, saya juga selalu mengimbau pembayaran THR itu kalau bisa satu bulan sebelum Idul Fitri, jadi orang itu bisa beli tiket. Kalau mepet seminggu sebelum Idul Fitri, akhirnya orang berebut. Nah kalau mau di tanggal yang sama, ya pasti tidak terangkut," kata Jonan. (bal/rvk)











































