DetikNews
Jumat 13 Mei 2016, 18:38 WIB

Wawancara

Menristek Dikti: Saya akan Pantau Terus Apa yang Terjadi pada SMAN 3 Semarang

Yulida Medistiara - detikNews
Menristek Dikti: Saya akan Pantau Terus Apa yang Terjadi pada SMAN 3 Semarang Foto: Bagus Prihantoro/detikcom
FOKUS BERITA: Musibah SNMPTN Siswa
Jakarta - SMAN 3 Semarang mengeluhkan kurikulum 2013 Sistem Kredit Semester (SKS) discontinue bermasalah di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) Online sehingga siswa IPA reguler yang berjumlah 380 tidak ada yang lolos SNMPTN 2016. Bagaimana respons Menristek Dikti M Nasir?

"Makanya ini saya akan memanggil panitia (SNMPTN), saya ingin detailnya apa sih masalahnya yang ada di SMA 3. Yang jelas dari 50 SMA yang pakai metode SKS hanya satu yang nggak bisa masuk," jelas Menristek Dikti M Nasir.

Berikut wawancara wartawan seputar kasus SMAN 3 Semarang yang tak lolos SNMPTN 2016 dengan Menristek Dikti M Nasir di kantornya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016):

Bagaimana dengan kasus SMA 3 Semarang, Pak?

SMA 3 Semarang kalau saya perhatikan ada kecelakaan besar yang terjadi pada SMA 3 yang dilakukan oleh sekolah. Sementara di SNMPTN, panitia telah mensyaratkan sekolah-sekolah untuk memilih kurikulum yang mana yang akan digunakan anak didiknya, di antaranya ada 50 SMA yang memilih metode SKS, yang lainnya memilih metode jam pelajaran.

Dari 50 SMA ada 43 dari SMA negeri dan 7 yang dari SMA swasta. Dari data yang masuk dalam data tersebut dari 49 SMA itu tidak ada masalah dari model itu, data yang kami peroleh.

Yang 1 dari 50 itu SMAN 3 ada masalah. Loh ada apa? Padahal saya dari Semarang, anak saya lulusan 3 tahun lalu di SMA 3 Semarang, teman-temannya rata-rata diterima di PTN ada 50 persen dari seluruh siswa, tapi sekarang nol karena ada yang pengisian yang tidak lengkap.

Lho kenapa nggak lengkap? Toh lainnya sudah berjalan tapi nggak masalah. Jadi ada kesalahan teknis yang dilakukan oleh sekolah, kecuali 50 sekolah itu semua bermasalah kami akan lakukan tindakan khusus.

Dengan hal ini adanya kondisi ini sekarang saya akan evaluasi panitia SNMPTN untuk dalam menghadapi SBMPTN supaya tidak ada masalah, ini tahun lalu tidak ada masalah.

Evaluasi setiap tahun, harus dilakukan evaluasi. Saya berharap pada anak-anak SMA 3 yang belum masuk PTN, silakan mencoba SBMPTN dan ada Ujian Mandiri untuk masing-masing kampus. Kami berharap jangan patah arang, jangan patah semangat.

Ada perjuangan khusus tidak bagi SMA 3 Semarang?

Kalau perjuangan khusus bagi saya tidak ada, semuanya sama. Tapi saya akan menginformasikan kondisi itu pada panitia. Kami ingin melihat sebenarnya apa yang terjadi. Saya akan pantau terus.

Ada ganti rugi tidak Pak bagi siswa SMA yang dirugikan?

Nggak ada ganti, rugi siapa yang ganti rugi

Kuota SNMPTN apa ada pengurangan?

40 Persen SNMPTN, 30 persen ujian mandiri dan 30 persen SBMPTN.

Ada 50 sekolah yang pakai sistem SKS, nah SMA 3 Semarang memakai sistem SKS discontinue. PDSS baru mengakomodasi SKS discontinue tahun ini dan diduga tidak bisa membaca input yang dimasukkan. Tanggapan Anda?

Yang namanya SKS ada yang ON-OFF. Inilah yang terjadi kesalahan pada SMA 3 Semarang itu. Yang lainnya nggak ada masalah, di SMA 8 Jakarta dia tidak masalah ada dia diterima 109 (orang), SMA 28 (Jakarta) yang diterima 80 berapa, SMA 70 lebih rendah lagi.

Jadi ada berapa sekolah yang pakai kurikulum 2013 sistem SKS discontinue?

Saya nggak melihat secara detail, semua yang namanya pakai sistem SKS sudah diserahkan pada sekolahnya masing-masing.

Ada yang menyebut sistem PDSS bisa jadi tidak bisa membaca input untuk sistem SKS discontinue, bagaimana Pak?

Makanya ini saya akan memanggil panitia, saya ingin detailnya, apa sih masalahnya yang ada di SMAN 3 Semarang, yang jelas dari 50 sekolah yang pakai metode SKS itu hanya satu yang nggak bisa masuk.

Kalau sistem yang salah, ternyata benar tak bisa membaca sistem SKS discontinue, nanti langkahnya apa?

Makanya ada kemungkinan semacam itu, saya hanya mempertanyakan, saya nggak bisa melakukan ini secara khusus, meng-generate semuanya. Kita yang sudah terapkan 50 SMA yang sudah menggunakan sistem SKS, yang 49 tidak masalah tapi satu itu bagaimana, kira-kira apa 49 SMA itu salah semua? Pertanyaannya kan begitu, kalau kita bicara statistik ini kira-kira begitu. Nah kalau terjadi itu sistem apa yang harus diperbaiki supaya tidak terjadi di masa yang akan datang.

Apa ada langkah darurat untuk siswa SMAN 3 Semarang?

Saya harap anak-anak jangan putus asa, tetap tempuh SBMPTN dan ujian mandiri.

Apa sistem PDSS online di SNMPTN 2016 ini akan diaudit secara independen?

PDSS sistemnya ini ada di Kemendikbud, yang di Ristek Dikti (itu) SNMPTN.

Ada info, apa benar SMAN 3 Semarang di-blacklist?

Nggak. Anak saya itu tiga tahun yang lalu di situ.

Benarkah PDSS online baru memfasilitasi sistem SKS discontinue tahun ini?

Makanya sekarang lagi dicek gimana sih sistem penilaian yang dilakukan oleh SMA ini, apakah sistemnya discontinue, saya perlu ngecek minggu depan. Jumlah ini yang diterima, ada yang nggak diterima, saya ingin cek datanya.

Bila SMAN 3 Semarang yang lalai, adakah sanksi ke sekolah?

Harusnya sekolah yang bertanggung jawab. Kepala sekolahnya.

Bila terbukti lalai, ada sanksinya?

Kalau mungkin ya harus ada sanksi dong, tapi itu bukan kewenangan saya. Tapi yang jelas murni kesalahan yang di sana.

Apa sistem PDSS online ini sudah disosialisasikan?

Setiap tahun diajarkan. Jadi masing-masing perguruan tinggi menjelaskan ke SMA itu ada sosialisasi bagaimana sistemnya, inputnya.
(nwk/nrl)
FOKUS BERITA: Musibah SNMPTN Siswa
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed