DetikNews
Senin 18 Januari 2016, 18:37 WIB

Wawancara

Kabid Dokkes Polda Metro: Keracunan Sianida, Minum Air Putih atau Susu

Mei Amelia R - detikNews
Kabid Dokkes Polda Metro: Keracunan Sianida, Minum Air Putih atau Susu Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Sianida, zat yang tiba-tiba jadi buah bibir lantaran Wayan Mirna Salihin diketahui tewas lantaran menenggak kopi mengandung sianida. Bagaimana serba-serbi sianida itu?

"Memang tidak semua makanan yang mengandung sianida kemudian bisa langsung mematikan. Selama dosisnya kecil saya kira tidak ya. Ada makanan-makanan yang mengandung sianida juga bisa ada, tapi karena sedikit sehingga tidak berdampak," jelas Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak.

Berikut wawancara lengkap dengan Kombes Pol Musyafak di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/1/2016):

Apa itu sianida?

Sianida adalah suatu zat yang sifatnya toksik, suatu zat kimia yang unsur unsurnya dari C dan N, di mana bentuknya bisa padat atau kristal. Kemudian ada juga cairan bahkan gas.

Dosis minimal sianida yang mematikan itu berapa gram?

Sianida itu kalau dikonsumsi dengan kadar 50 mg-250 mg ke atas itu mengakibatkan kematian. Kalau di bawah itu, paling menimbulkan gangguan kesehatan.

Dalam kasus Mirna, Puslabfor memastikan ada 15 gram sianida dalam kopi Mirna, itu bagaimana?

15 gram per liter dikonversikan ke miligram sudah banyak, 1.500 miligram, sudah sangat mematikan. 50 Miligram saja bisa mematikan.

Berapa lama sianida dalam dosis yang melebihi ambang batas aman itu bisa mematikan setelah dikonsumsi?

Bisa 5-10 menit bisa meninggal karena memang cepat sekali terabsorsbsi dan langsung bereaksi memblok oksigen yang tidak bisa dimanfaatkan oleh sel-sel tubuh, khususnya otak.

Bagaimana prosesnya sianida dalam tubuh sampai mematikan?

Jadi proses dampak ke kesehatan seseorang apabila orang tersebut katakanlah minum yang mengandung sianida itu tergantung pada dosis atau banyak sedikitnya sianida. Kemudian yang saya katakan di sini mekanisme di mana kalau sianida larut dalam air, namanya hidrogen sianida (HCN) ini kalau lepas CN inilah yang membahayakan yang mekanisme adalah mengeblok O2 untuk digunakan sel.

Jadi tanda-tandanya, selnya pasti kekurangan O2 atau bahkan tidak bisa mendapatkan O2 kalau diblok. Makanya biasanya kalau darah warnanya merah terang dan kemudian kalau itu sel otak dengan cepat menyebabkan kematian.

Kalau kasus Mirna, bila saat itu segera dibawa ke RS apakah bisa diselamatkan?

Tergantung banyak sedikitnya dosis. Memang tidak semua makanan yang mengandung sianida kemudian bisa langsung mematikan. Selama dosisnya kecil saya kira tidak ya. Ada makanan-makanan yang mengandung sianida juga bisa ada, tapi karena sedikit (dosis sianiadanya) sehingga tidak berdampak.

Ada makanan yang mengandung sianida?

Ada, seperti contoh singkong dan vitamin B3. Tetapi itu sangat kecil sekali, paling nol koma sekian.

Lantas, bila telanjur tertelan, bagaimana menetralisir sianida dalam tubuh?

Untuk ekskresi, minumlah air putih yang banyak. Bila racunnya bersifat asam, minum air yang bersifat basa, susu juga bisa. Kan sianida itu terabsorbsi dalam darah. Nah, dengan minum air mineral yang banyak, diharapkan bisa terekskresi melalui air seni.
(nwk/mad)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed