Hari Hak Asasi Manusia
Senin 09 November 2015, 09:49 WIB

Jelajah Australia

Mendag Australia: Kami Siap Bawa 200 Rombongan Perusahaan

Nograhany Widhi K - detikNews
Mendag Australia: Kami Siap Bawa 200 Rombongan Perusahaan Foto: Rista Rama Dhani - detikFinance
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Australia Andrew Robb akan membawa serta 200 pebisnis Australia dalam kunjungannya ke Indonesia pada November 2015 ini.

Apa yang menjadi fokus Australia dalam bidang perdagangan? Robb menjabarkan, sektor jasa yang dibidik, mulai jasa keuangan, pendidikan hingga pariwisata. Selain tetangga terdekat, Australia menganggap Indonesia sebagai mitra penting di ASEAN.

Berikut wawancara lengkap RCTI dan detikcom yang ke Australia atas undangan Australia Plus ABC International, dengan Mendag Australia Andrew Robb di Melbourne pada September 2015 lalu:

Apa tren kunci Australia sebagai mitra dagang Indonesia dan apa yang Australia tawarkan untuk Indonesia?

Australia sejak lama bagus dalam pelayananan dan jasa pengaturan sumber daya seperti dalam bidang jasa keuangan, kegiatan yang mungkin berjalan bagus seperti yang kami pikirkan.

Indonesia menjadi negara yang berkembang dengan pesat. Dan kala itu terjadi, jasa pelayanan menjadi sangat-sangat penting karena, melihat pekerjaan di Australia 9 dari 10 pekerjaan adalah bidang pelayanan, dan ke situlah Indonesia akan menuju.

Seperti bidang pelayanan kesehatan, jasa keuangan, desain, arsitektur, engineering, manajemen proyek, IT dan semua wilayah jasa pelayanan adalah cara berhubungan antara Australia dan Indonesia, saya pikir akan berkembang di tahun-tahun mendatang.

9 Tim bisnis telah dipilih sebagai fokus Indonesia - Australia Business Week pekan ini (pekan keempat September 2015). Dan bagaimana Anda memutuskan untuk fokus di bisnis yang mana dan mengapa?

Kami melihat apa yang kami punya untuk ditawarkan ke Indonesia, dan lagi itu adalah peralatan pertanian, jasa, teknik, kegiatan yang mengatur sumber daya untuk membantu Indonesia. Anda tahu sumber daya yang Indonesia miliki, (maka) jasa, pendidikan, utamanya pendidikan vokasi (pendidikan keahlian seperti kejuruan atau diploma-red) utamanya pada anak-anak muda Indonesia.

Kami memilih bahwa sangat penting melayani pendidikan vokasi manusia untuk membantu meningkatkan tingkat keahlian pada anak-anak muda Indonesia.

Pelayanan kesehatan permintaannya juga besar, pertumbuhan permintaan di Indonesia, kesempatan yang luas untuk joint venture di Indonesia. Hal lainnya adalah pariwisata itu sangat penting, karena sekarang banyak warga Australia ingin berkunjung ke Indonesia, banyak pelajar Indonesia datang ke Australia.

Semua hal-hal itu yang kami pikirkan untuk membantu menemukan apa bisnis yang tepat.

Beralih ke masalah ternak, apa yang membuat Indonesia menjadi prioritas ternak hidup Australia?

Pertama-tama, pertumbuhan permintaan yang tumbuh untuk ternak hidup di dunia. Jika kami menyatakan bahwa permintaan dan penawaran adalah sangat penting bagi kami, untuk melindungi konsumen kami, pelanggan kami, dalam hal ini Indonesia.

Indonesia telah membeli ternak hidup dari kami selama bertahun-tahun dan kami butuh kepastian.

Isu besarnya adalah bisakah kami mendapatkan kuota tahunan? Dulunya memang ada (kuota tahunan). Jika Anda mendapatkan kuota tahunan itu akan lebih memberikan kepastian bagi produsen, itu juga akan membantu Indonesia yang menggemukkan ternak. Tak ada waktu seperti Ramadan, setiap hari Anda dapat bermain dengan percaya diri dan berlari dengan waktu bersama Australia.

Kedua, jika jumlah ternak hidup sudah diketahui jumlahnya cukup, Anda bisa menjaga harga, Anda bisa menekan (harga) di tingkat grosir dan itu penting buat Indonesia.

Jadi ada beberapa alasan mengapa kita harus bersama-sama. Kami juga mencari peluang investasi dari Australia untuk membantu pembiakan (ternak) di Indonesia, dan membantu industri lokal, juga membuat industri penggemukan sapi berinvestasi di Australia di peternakan lokal, dan itu baru saja terjadi.

Jadi kita memiliki industri yang tanpa hambatan yang kita investasikan dari kedua negara dalam mata rantai penuh industri ternak. Itu mengapa saya pikir akan distabilkan di masa datang, juga menstabilkan hubungan (bilateral).

Bagaimana dengan kuota ternak sapi dari Indonesia?

Soal kuota, sangat penting memiliki kuota tahunan. Itu terjadi dalam praktik di masa lalu, dan itu bekerja dengan sangat baik. Sayangnya ada goncangan-goncangan beberapa tahun terakhir, tapi kami butuh kembali untuk sangat stabil, pasti.

Lingkungan yang pasti, di mana setiap tahun kuota dari pemerintah Indonesia, di industri lokal di Indonesia dan peternak sapi biakan di Australia, dalam 12 bulan ke depan, kepastian, jadi kami bisa merencanakan stabilitas yang lebih di pasar.

Indonesia bukan hanya fokus Australia di ASEAN, dan ASEAN secara keseluruhan sangat penting bagi Australia, mengapa?

Itu penting karena jika kami menarik negara ASEAN bersama-sama, mereka adalah konsumen kedua terbesar kami untuk jasa pelayanan di dunia. China nomor satunya, tapi miliaran dolar yang kami lakukan adalah pada kelompok negara ASEAN.

Jadi kami mengembangkan keterkaitan dengan wilayah ASEAN yang adalah kawasan dengan pertumbuhan paling cepat di dunia, yang secara geografis terletak di tengah. Kami sudah memiliki hubungan yang cukup lama di negara ASEAN, secara sungguh-sungguh, dan jutaan anak muda di ASEAN telah mengenyam pendidikan di Australia.

Jadi kami memiliki banyak keterkaitan, kami berada di waktu yang sama, area yang sama, kawasan yang sama, beberapa peristiwa terjadi di ASEAN, banyak negara yang bisa kami bantu.

Bahwa kami bisa membantu dalam pelayanan, juga dalam permintaan barang-barang pangan berkualitas tinggi, lagi, kami bisa membantu penawaran, juga membantu menjangkau negara di kelompok Asean, mengembangkan kemampuan mereka untuk memproduksi pangan dan sayuran berkualitas tinggi.

Anda menerbitkan laporan yang berjudul "Why ASEAN and Why Now? Insights for Australian Business", dan bahwa jika konteksnya untuk berbisnis di negara-negara ASEAN, mengapa penting bagi Australia untuk berbisnis dengan cara tersebut?
 
Lagi, kami adalah bagian secara geografis, kami bahkan ingin terbang ke manapun di Asia, bahkan negara ASEAN adalah yang paling dekat.

Untuk negara ASEAN lain, mereka adalah tetangga, terutama Indonesia, adalah tetangga terdekat, sangat penting dalam pandangan perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di wilayah.

Bahwa kami mungkin bersedia untuk mengambil tindakan yang bagus, yang menguntungkan negara ASEAN. Itu adalah kepercayaan yang kami bangun, kami membangun keyakinan satu sama lain, kami saling membangun keterkaitan. Jadi penting untuk mengembangkan bisnis, berbagi peristiwa olahraga dan seni, dan semua ini menyuarakan komunitas yang seimbang.

Kami dapat pandangan lain, penting bagi kami bahwa kami harus membuat special effect. Pandangan ini mungkin akan memberikan kontribusi di kawasan di mana pertumbuhan terbesar terjadi. Kami bisa memberikan kontribusi yang signifikan untuk membantu pelayanan yang membuat tetangga kami, utamanya Indonesia, mewujudkan potensi hebatnya.

Apa pandangan terpenting yang Anda dapat dari kunjungan ke Indonesia pada September lalu?

Saya mendapatkan pandangan bahwa mereka (Indonesia) menyukai Australia, dan sebaliknya, Australia suka Indonesia. Tapi saya merasa bahwa 15-20 tahun terakhir, kami saling memandang satu sama lain hanya ada 260 perusahaan Australia beroperasi di Indonesia, itu berarti hanya 1 perusahaan untuk tiap sejuta populasi di Indonesia.

Kami butuh kehadiran yang lebih besar, kami butuh ribuan perusahaan Australia, kecil dan besar, untuk kami hadirkan di Indonesia.

Jadi kami harus terkait, harus memiliki pemahaman lebih baik akan perbedaan budaya di Indonesia, kami punya kesempatan lebih baik untuk mengambil keuntungan dari kekuatan Indonesia. Sama juga untuk Indonesia, mengambil keuntungan dari kekuatan Australia.

Jadi kami harus berpikir akan dampak yang lebih besar, itulah mengapa kami membawa serta 200 pebisnis untuk bergabung dengan kami di Indonesia.

Ini adalah kunjungan besar untuk memperkenalkan kesempatan bisnis di Indonesia, untuk memulai bisnis, mengambil keputusan untuk investasi di Indonesia, mendirikan perwakilan, menyediakan apa yang bisa kami sediakan, hal yang sama, membawa rombongan Indonesia untuk bisnis di Australia.

Kami membawa sekitar 200 perusahaan Australia dari 9 sektor bisnis untuk berinteraksi, membangun persahabatan, kepercayaan dan membangun banyak kesempatan komersial.
(nwk/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed