Ahok saat diwawancarai detikcom di balai kota DKI, Jakarta, Jumat (10/10/2014) mengaku, sebenarnya Hashim tak pernah berbicara ingin menghambat pemerintahan Jokowi-JK.
"Soal penjelasan yang Pak Hashim ngomong (soal hambat menghambat Jokowi itu β red). Itu penjelasannya nggak begitu. Jadi nggak begitu sebenarnya," terang Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana hubungan Pak Ahok dengan Pak Hashim sekarang?
Baik tadi, baru SMS. Tadi juga baru BBM-an dengan anak-anaknya.
BBM-nya soal apa?
Soal penjelasan yang Pak Hashim ngomong (soal hambat menghambat Jokowi itu β red). Itu penjelasannya nggak begitu. Jadi nggak begitu sebenarnya.
Penjelasannya itu diplintir dari media. Kan itu dari Bahasa Inggris diterjemahin ke Bahasa Indonesia. Omongannya masih ada. Aku sampaikan, Pak Hashim nggak mungkin begitu.
Pak Hashim seperti disebutkan di pemberitaan bilang ada harga yang harus dibayar Jokowi karena pernah membantu saat kampanye Pilgub DKI, bagaimana menurut Bapak?
Nggak sih, selama ini kontak sama kita baik-baik saja .
Apakah setelah keluar dari Gerindra, hubungan Pak Ahok dan Pak Hashim nggak semakin memburuk?
Biasa-biasa saja. Baik-baik saja sih, sama Pak Hashim juga
(Ahok kemudian sibuk mengetik sesuatu di handphone-nya ). Aku lagi balas SMS Pak Hashim. Aku sampaikan, aku ngerti dan yakin Pak Hashim nggak mungkin begitu.
Pak Jokowi dianggap pengkhianat, apa Pak Ahok nggak dianggap pengkhianat juga setelah keluar dari Gerindra?
Aku nggak tahu tanya sama Pak Hashim-lah kalau itu. Aku nggak nganggap gitu.
Jadi kapan akan makan siang atau makan malam lagi sama Pak Hashim?
Belum tahu, belum diundang.
(ros/ndr)











































