Camat Kelapa Gading Bicara Soal Banjir di Daerah 'Kepala Naga'

Camat Kelapa Gading Bicara Soal Banjir di Daerah 'Kepala Naga'

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 22 Jan 2014 18:28 WIB
Camat Kelapa Gading Bicara Soal Banjir di Daerah Kepala Naga
Camat Kelapa Gading Jupan Royter (David/ detikcom)
Jakarta - Berpredikat sebagai daerah kepala naga, kawasan Kelapa Gading tidak bebas dari banjir. Camat Kelapa Gading Jupan Royter berbicara tentang penanganan pasca banjir dan rencana ke depannya supaya kawasan elit itu tidak kembali banjir.

Inilah wawancara hasil lelang Jokowi itu dengan detikcom, Rabu (22/1/2014), di kantornya, Jl Boulevard Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara:

Penanganan pasca banjir bagaimana Pak?
Saya sudah perintahkan seksi PU mendata infrastruktur jalan dan difoto yang berlubang untuk diajukan ke dinas PU. Lalu saluran air dan turap yang rusak. Saya juga minta per RW bersama tata ruang diupdate data ketinggian air. Data kita olah nanti untuk pemetaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemetaan untuk apa?
Nanti akan ketahuan lokasi mana yang cocok untuk pengungsian dan evakuasi. Jadi genangan air dimana yang paling lama surut dan paling tinggi. Taman-taman yang rusak diinventarisir untuk perbaikan.

Jumlah jalan berlubang di kelapa gading?
Lubang itu susah hitungnya, banyak sekali, dan terlalu variatif. Makanya saya minta didokumentasikan.

Berapa lama penanganan lubang itu?
Saya berharap secepatnya. Kita ingin cepat tapi kadang produksi aspal terbatas, terus ini banjir kan se -Jabodetabek, jadi saya minta masyarakat juga bisa memahami ini. Kita juga mengimbau pengguna jalan berhati-hati. Apa lagi kalau malam hari dan ada genangan air. Mending beralih ke angkutan umum lebih baik.

Skenario perbaikan lubang apakah tambal sulam atau betonisasi?
Itu bukan kapasitas saya, tanya dinas PU saja soal teknis perbaikan.

Masalah pengungsian bagaimana Pak?
Selama tiga hari ini tidak ada masalah yang prinsipil. Kadang masyarakat hanya melihat saja dan bilang tak ada bantuan. Jadi sebenarnya pemerintah kan bersama stakeholder mengupayakan bantuan, jangan bilang ini bantuan dinas, tapi ini kita kan bersama-sama.

Kita juga mengevakuasi ibu hamil dan penderita stroke pada hari pertama dari Gading Timur ke Puskesmas. Ada juga yang stay di pengungsian dengan tenaga medis.

Korban jiwa tidak ada, cuma memang kemarin hari pertama banjir ada yang bilang ada korban tersetrum dengan mulut penuh busa. Tapi kita cek nggak ada identitasnya. Saksinya juga nggak punya identitas, ya kita serahkan sepenuhnya ke kepolisian. Kita bersinergi.

Masyarakat mungkin berharap banyak tapi ya kita ada yang diprioritaskan. Mungkin sebagian tidak sempat, kami mohon maaf kepada warga, karena memang kita lihat yang lebih krusial dulu untuk penanganan.

Bantuan berapa banyak Pak?
Banyak yang berikan bantuan, stakeholder, masyarakat, muncul kesetiakawanan sosial tergerak. Bahkan kemarin saya dapat SMS dari orang nggak dikenal mau berikan bantuan makanan 250 bungkus nasi padang. Ketemuan di bundaran, saya naik mobil dinas panther itu, eh nggak tahunya dia naik Land Cruiser terbaru dan sudah tua. Dia bukan warga Kelapa Gading ternyata, tapi dari Sunter. Saya juga nggak tahu dapat nomor saya dari mana. Itulah, banyak yang datang membantu.

Pusat bisnis sempat lumpuh akibat banjir?
Tidak lumpuh, semua masih beroperasi normal, sebagian ruko memang ada yang tutup, tapi semua tetap berjalan karena air tidak sampai masuk ke pertokoan. Jadi banjir ini dampak dari pengerukan sehingga kita bersyukur tidak lebih parah dari tahun sebelumnya. Ya kita berusaha memperbaiki semuanya secepatnya.

Sampah akibat banjir bagaimana?
Sudaj bergerak, tapi ada keterbatasan untuk sampah. Saya minta masyarakat bersabar, sudah dua hari petugas kebersihan bergerak. Sampah kita sedang upayakan.

Tapi masyarakat itu pengennya cepat, kita minta dipahami kita sudah berbuat dan kita juga ingin cepat. Anggota saya saja sampai nggak tidur semuanya, bahkan ada yang rumahnya kebanjiran tapi dia malah tangani di sini. Banyak anggota satpol PP saya begitu. Jadi ini harus diapresiasi, jangan saling menyalahkan. Mari bersinergi bersama menyelesaikan masalah pasca banjir untuk mendapatkan terobosan perbaikan. Tidak seperti tahun 2007 lalu yang sampai listrik mati, akhirnya susah semua dan tak ada air bersih.

Titik banjir baru di Kelapa Gading?
Kita masih evaluasi dan proses, pasti ada perubahan. Nanti diolah oleh tata ruang dan kelurahan. Titik rawan banjir sekarang nanti kita sandingkan dengan tahun lalu.

Paling parah kemarin di mana saja Pak?
Ada 56 titik ya, paling parah di RW 07 dan RW 03 Gading Timur, RW 06 Gading Barat, RW 18 belakang Mall Kelapa Gading. Tapi yang bebas banjir juga banyak. Kalau dulu itu banjir bisa bertahan seminggu.

(vid/gah)


Berita Terkait