ADVERTISEMENT

Prof Barry Marshall: Anak Muda Indonesia Brilian

- detikNews
Selasa, 09 Okt 2012 18:23 WIB
Foto: wikipedia
Jakarta - Anak muda Indonesia sangat brilian dan suka ilmu pengetahuan. Demikian pujian yang dilontarkan peraih penghargaan nobel di bidang psikologi dan pengobatan pada tahun 2005, Profesor Barry J Marshall.

Pujian itu disampaikannya dalam acara Science For Our Future Festival yang diadakan di Exhibition Hall, Universitas Bina Nusantara, Jalan Kebon Jeruk Raya No 27, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

"Murid-murid yang brilian. Jadi mereka tidak perlu takut dengan yang namanya akademis. Lakukanlah hal-hal yang kalian suka karena di situ akan timbul hal-hal baru yang akan kalian suka," kata Marshall.

Berikut ini wawancara wartawan dengan Marshall, Selasa (9/10/2012):

Sudah berapa kali ke Indonesia?

Ini yang ketiga. Namun ini yang pertama kali saya memberikan edukasi terhadap para murid disini.

Bagaimana menurut Anda murid Indonesia?

Murid-murid yang brilian. Jadi mereka tidak perlu takut dengan yang namanya akademis. lakukan lah hal-hal yang kalian suka karena disitu akan timbul hal-hal baru yang akan kalian suka.

Masukan apa yang bisa Anda berikan ke anak muda Indonesia?

Jadwal anak muda jangan terlalu dipadetkan jika ingin menjadi seseorang. Nanti dari keingintahuan akan mencari sendiri di internet. Lakukan apa yang kau lakukan. Tapi jangan lupa yang penting harus belajar. Anak muda akan menemukan strateginya sendiri.

Apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan pengetahuan di Indonesia?

Pertama, harus menggali penasaran anak-anak muda terhadap benda-benda di sekeliling mereka bekerja. Seperti bagaimana cara kulkas bekerja, bagaimana lampu bekerja. Dari situlah anak-anak akan menyukai ilmu pengetahuan. Dan yang terpenting kita harus fokus untuk bisa menjadi ahli ilmu pengetahuan.

Apa tips dan trik untuk bisa menjadi peneliti yang handal?

Mudah, ikuti saja apa yang kamu sukai. Dan tekuni. Itu saja.

Apakah Anda punya rencana melakukan penelitian di Indonesia?

Kita sedang lakukan kerja sama dengan Universitas Australia Barat dan Universitas Indonesia. Dan kita juga sudah memiliki beberapa peneliti untuk meneliti bakteri di Indonesia.


(spt/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT