John Edward: Sakit, Disorientasi & Bunuh Diri Penyebab Paus Terdampar

John Edward: Sakit, Disorientasi & Bunuh Diri Penyebab Paus Terdampar

- detikNews
Selasa, 31 Jul 2012 13:02 WIB
John Edward: Sakit, Disorientasi & Bunuh Diri Penyebab Paus Terdampar
Jakarta - Ada banyak penyebab seekor paus terdampar di pantai. Bisa jadi karena sakit, disorientasi, ataupun karena akan bunuh diri (suicide). Namun penyebab pasti paus sperma terdampar di Karawang dan kemudian mati di Muara Gembong, Bekasi, masih belum diketahui.

"Mamalia itu biasanya terdampar karena sakit, disorientasi, atau bunuh diri. Disorientasi ini penyebabnya macam-macam. Bisa jadi paus terdisorientasi di Karawang karena berhubungan dengan kegiatan bawah air, kegiatan seismik," kata Director National Association of Underwater Instructure Global Dive Center, John Edward Sidjabat.Β 

Global Dive Center bersama dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) turut menyertai penarikan bangkai paus dari Muara Gembong menuju perairan Pulau Kotok bersama dengan tim dari Kopassus dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP). Bangkai paus ditarik dari Muara Gembong ke perairan dekat Pulau Kotok menggunakan kapal milik KPLP.

Berikut ini wawancara detikcom dengan John Edward, Senin (30/7/2012) malam:

Mengapa paus itu bisa terdampar dan bahkan sampai dua kali?

Kita sudah berusaha mengeluarkan dia. Karena kondisi lapangan dan terbatasnya peralatan, perlu tali dan kapal. Begitu kapal datang nggak bisa masuk karena dangkal, tubuhnya berat karena masih hidup. Itu yang jadi kendala saat penyelamatan di Karawang.

Dia punya paru-paru, tapi selama 4 hari tinggal di lumpur maka akan berpengaruh di kekuatannya sendiri. Masih belum tahu kenapa bisa sampai terdampar. Ada beberapa yang kita perkirakan jadi penyebab, tapi kami nggak mau keluarkan statemen untuk hal itu, biarkan pihak yang lebih berkompeten.

Bisa dijelaskan tentang paus jenis sperma ini?

Termasuk yang dilindungi secara internasional. Ini jenis yang sama di film Big Miracle. Paus sperma merupakan hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi. Cumi-cumi dan ikan adalah makanannya. Paus yang ditemukan di Karawang kemudian mati di Bekasi ini diperkirakan betina. Kami memberinya nama Whalli alias Whale Laut Indonesia.

Informasi yang kami peroleh ini jenis paus laut dalam. Dia bisa migrasi ke utara dan selatan. Ada teman yang bilang, ini memang jalurnya. Saya kira ini sangat jarang sekali paus sperma terdampar di pantai Indonesia, karena biasanya yang terdampar itu jenis hiu totol.

Hal-hal apa saja yang bisa membuat paus terdampar?

Mamalia itu biasanya terdampar karena sakit, disorientasi, atau bunuh diri. Disorientasi ini penyebabnya macam-macam. Bisa jadi paus terdisorientasi di Karawang karena berhubungan dengan kegaiatan bawah air, kegiatan seismik.

Bisa jadi juga terpisah saat melakukan migrasi. Jenis paus ini, kalau ada anak atau keluarganya mengalami kurang sehat atau terganggu, maka yang lebih kuat akan melindungi. Jadi saya kira terdamparnya itu lebih ke disorientasi. Mungkin karena sudah capek, lalu putus asa, lalu bunuh diri dengan mendamparkan diri.

Berapa lama paus terdampar bisa bertahan?

Rekan kita ahli paus di luar negeri mengatakan Whalli bisa bertahan 3 hari itu sudah amazing. Karena biasanya paus hanya mampu bertahan 48 jam saat terdampar. Dia ini bertahan sampai dengan 4 hari atau sekitar 96 jam. Meskipun setelah itu dia akhirnya meninggal.

Mengapa paus itu luka dan mengeluarkan darah?

Darah yang keluar dari mulutnya itu keluar karena dia batuk. Hari pertama saat masyarakat pertama melihat dia terdampar berusaha membawanya ke laut. Tapi mereka tidak punya kemampuan. Mereka mengikat ekor dengan tali sehingga ekornya luka. Lalu pausnya tidak bergerak, jadi distop. Dia sudah 3 harian di lumpur, kalau manusia ada di daerah pembuatan asap juga tidak mungkin tahan. Paus ini kan mamalia, dia punya paru-paru.

Dalam penanganan paus terdampar dan mati itu ada prosedur/protokol yang harus dipatuhi?

Tergantung jenis, dan ini termasuk yang harus diselamatkan, tidak boleh diganggu. Dia juga kalau tidak salah tidak boleh dibalsem.

Pada saat terdampar di Karawang, kami sempat mau kasih makan, pilihan antara tongkol dan cumi. Saat diskusi dengan ahli mamalia, takutnya kemasukan lumpur mulutnya dan nantinya masuk ke paru-paru. Mungkin seharusnya seperti semacam diinfus, tapi tidak ada pihak yang berkompeten untuk melakukan itu.

Pada saat diselamatkan di perairan Karawang dan dilepas ke laut bebas, bagaimana kondisinya?

Saat kita lepas ke laut lepas, dia 4 kali memuntahkan lumpur dari mulutnya. Setelah lakukan pelepasan, dia dalam kondisi tenang, mungkin capek, dan mungkin juga sakit. Dia kan 3-4 hari ada di lumpur, jadi wajar kalau memuntahkan lumpur. Kemungkinan paru-parunya sakit dan dia mengeluarkan darah dari mulutnya. Terakhir darah keluar setelah meninggal.

Kemarin setelah lepas, kepalanya mengarah ke pantai dan masih miring, tapi lalu berenang biasa. Dia diam sebentar lalu bergerak. Kita tungu 16 menit. 12 Menit kemudian kapal lain pergi dan kapal kita tetap menunggu. Setelah 16 menit kepalanya mengarah ke laut lepas ke utara, lalu kita tinggal biar tidak mengganggu navigasi dia.

Tapi waktu itu insting saya, saya kok melihat dia dalam posisi tidak meyakinkan. Sampai saya sempat terlintas 'waduh mati nih kayanya'. Dari hari ketiga, kita sudah tahu dan mengindikasikan kalau tidak bisa diangkat pasti akan mati, karena daya tahannya yang 48 jam di darat. Namun apapun alasannya entah setengah mati atau mati tetap tarik ke tengah laut. Kita nggak mau dia hanya jadi bahan tontonan.

Ada kendala saat menarik bangkai paus dari Muara Gembong ke Pulau Kotok?

Sebenarnya 4 jam saja bisa sampai ke Pulau Kotok. Tapi kapal harus pelan-pelan karena kita menarik sesuatu yang besar. Khawatir nanti badannya putus. Ini harus segera ditenggelamkan karena oksidasinya cepat, banyak gas dalam tubuhnya dan saya khawatir dia nanti meledak.

Prosesnya penarikan paus dari pantai memang harus cepat karena akan menimbulkan bau busuk, juga bisa menimbulkan penyakit. Khawatir malah akan berbahaya buat warga. Karena paus ini kan bukan ikan, dia mamalia seperti sapi juga.

Apa persiapan penenggelaman paus?

Agar tulang belulang tidak berserakan, sebelum ditenggelamkan akan diselimuti jaring dulu pausnya. Lalu badan paus akan dibebani pemberat satu ton agar tenggelam.

Perut paus juga akan ditusuk untuk mengeluarkan gasnya. Akan ditenggelamkan di kedalaman 20-30 meter. Jadi nanti kalau ada peneliti yang mau lihat kerangkanya bisa melihat di kedalaman tersebut. Kemungkinan 3-4 bulan daging paus habis dimakan 3.000 spesies lainnya.

(/nrl)


Berita Terkait