Akbar berpendapat pada prinsipnya pencapresan harus dilakukan melalui sistem, tata cara dan mekanisme yang demokratis. Harus ada kesepakatan soal apakah Ketum Golkar otomatis akan dicapreskan.
"Kalau menurut saya, lebih baik kita sepakati dulu mengenai sistem, tata cara dan mekanisme pemilihan capres tersebut. Itu dulu. Dengan demikian nantinya akan dapat nama-nama bakal calon presiden. Nama-nama itu disurvei melalui usul dari daerah," ujar Akbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mekanisme penetapan calon presiden patutnya seperti apa?
Menurut saya, pada prinsipnya dilakukan melalui sistem, tata cara serta mekanisme yang demokratis, terbuka dan melibatkan seluruh jajaran partai dari pusat sampai daerah termasuk organisasi pendukung. Maksudnya, organisasi yang kami sebut mendirikan dan didirikan atau organisasi sosial kemasyarakatan yang mendukung Partai Golkar. Kalau mekanisme itu ditetapkan, bisa jadi pada awalnya nanti akan ada beberapa bakal calon.
Kami dulu melalui mekanisme tata cara yang kami sebut konvensi. Pada waktu itu ada beberapa bakal calon yang mendaftarkan secara langsung, kemudian diproses melalui konvensi yang di tingkat satu dan diakhiri konvensi tingkat pusat.
Sebagai contoh, pada waktu itu dari 19 calon yang diproses melalui konvensi tingkat satu. didapat 5 calon yang mendapat dukungan dari DPD tingkat I dan II. Yang lima itu ada Pak Wiranto, saya, Prabowo, Surya Paloh, dan Aburizal Bakrie.
Nama kelima calon itu dibawa ke konvensi tingkat nasional untuk dipilih secara demokratis, rasional dan bebas di tingkat nasional. Kalau ada calon yang memiliki suara terbanyak lebih dari 50 persen, maka ia akan ditetapkan secara otomatis.
Tapi kalau tidak ada yang punya suara lebih dari 50 persen, maka dua posisi teratas yang punya suara terbanyak dipilih lagi satu di antaranya. Suara terbanyak waktu itu adalah saya dan Pak Wiranto. Kemudian yang terpilih lagi adalah Pak Wiranto.
Saya sebagai Ketua Umum Golkar waktu itu, walaupun saya tidak terpilih, memberikan dukungan penuh dan menganjurkan seluruh jajaran partai supaya tidak ada keragu-raguan memberikan dukungan kepada Pak Wiranto. Itulah mekanisme kami dahulu.
Nah, mekanisme yang sekarang, menurut saya tidak ada masalah kalaupun tidak menggunakan mekanime konvensi. Tapi tata cara yang melibatkan jajaran di bawah itu tetap harus dilakukan supaya jajaran partai di bawah juga terlibat dalam penetapan calon.
Nanti, nama-nama yang lolos seleksi pada di tahap bawah itu, pada tahap berikutnya akan disurvei. Jadi, siapapun nanti yang terpilih, pada penetapan finalnya tentu melalui Rapat Pimpinan Nasional berdasarkan nama-nama yang telah disurvei itu.
Kubu Ical mengklaim didukung 27 DPD tingkat I....
Kalau menurut saya, lebih baik kita sepakati dulu mengenai sistem, tata cara dan mekanisme pemilihan capres tersebut. Itu dulu. Dengan demikian nantinya akan dapat nama-nama bakal calon presiden. Nama-nama itu disurvei melalui usul dari daerah.
Ketua Umum di Golkar nggak bisa otomatis menjadi capres?
Kan harus kita sepakati dulu dong. Sebagaimana penetapan calon kepala daerah, Golkar punya aturan untuk penetapan calon presiden. Tata cara penetapan calon bisa dibicarakan dalam rapim dengan memperhatikan saran dari Dewan Pertimbangan.
Dewan Pertimbangan itu kan fungsinya memberi saran dan pertimbangan terhadap kebijakan partai Golkar yang akan ditetapkan. Saran dan pertimbangan itu patut diperhatikan oleh DPP.
Itu aturan yang ditetapkan dalam anggaran dasar dan rumah tangga partai. Seyogianya ditetapkan terlebih dahulu sistem tata cara dan mekanisme penetapan calon presiden. Dalam proses itulah dewan pertimbangan memberikan saran-sarannya.
Anda sudah dihubungi untuk dimintai pertimbangan?
Belum ada. Saya juga tadi ditanya wartawan, 'apa betul akan ada pertemuan?' Saya dengar begitu. Apakah sudah dihubungi atau diundang, saya bilang belum. Saya baru dengar-dengar aja, tapi resminya belum pernah di hubungi.
Termasuk pertemuan 27 April?
Belum pernah.
Seandainya, kelak, Anda tetap tidak diajak berunding?
Soal diundang atau dihubungi itu tergantung kepada DPP. Kalau mereka menganggap ada urgensinya tentu mereka undang sebagaimana berbagai macam acara-acara DPP, walaupun bersifat seremonial, Dewan Pertimbangan kan diundang juga.
Dewan Pertimbangan sebetulnya bisa memberikan saran dan pertimbangan, baik diminta atau tidak diminta. Tentang isinya seperti apa, nanti pada waktunya saran dan pertimbangan itu tentu akan disampaikan pada DPP.
Pencalonan Ical kelak berdampak pada solidaritas Golkar?
Seperti yang saya katakan, mengenai sistem tata cara dan mekanisme penetapan calon presiden itu sangat penting. Salah satu sukses Golkar itu dalam demokrasi. Nah sukses demokrasi itu, selain dalam rangka memperkuat sistem demokrasi politik yang kita bangun, tentunya dalam internal partai juga harus menggambarkan semangat demokrasi itu.
Ada gesekan antara faksi Anda dengan faksi Ical?
Gak ada itu, adu kuat bagaimana. Bahwa ada pandangan yang mungkin berbeda, itu biasa dalam organisasi bahkan konflik pun bisa terjadi. Dalam keluarga saja sering ada perbedaan. Saya kemarin juga melihat ada beberapa DPP yang kelihatannya juga tidak sama dengan apa yang digambarkan oleh DPP yang lain.
Berarti kan ada perbedaan juga. Tapi kita tidak boleh membiarkan perbedaan itu berlarut-larut apalagi sampai menjadi konflik karena itu merugikan organisasi sendiri. Pasti organisasi akan rugi sendiri kalau perbedaan yang ada itu tidak diselesaikan. Cara penyelesaiannya melalui mekanisme dan sistem demokrasi.
(/nwk)










































