Saan Mustopa: Kesetiaan Koalisi Juga Jadi Pertimbangan Reshuffle

Saan Mustopa: Kesetiaan Koalisi Juga Jadi Pertimbangan Reshuffle

- detikNews
Minggu, 09 Okt 2011 19:34 WIB
Saan Mustopa: Kesetiaan Koalisi Juga Jadi Pertimbangan Reshuffle
Jakarta - Reshuffle semakin gencar diperbincangkan. Berbagai isu siapa yang akan masuk dan keluar dari Kabinet Indonesia Bersatu II pun kian ramai. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan reshuffle. Selain kinerja sang menteri, kesetiaan partai asal di koalisi rupanya turut dipertimbangkan.

"Yah kan begini, presiden punya pertimbangan dan ukuran, punya parameter dalam melakukan reshuffle. Ukuran-ukurannya tentu objektif. Ukuran-ukuran berdasarkan record selama koalisi berjalan, di samping yang utama dari UKP4. Tentu track record dari kesetiaan koalisi dan sebagainya itu jadi bahan pertimbangan," tutur Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Saan Mustopa.

Hal itu disampaikan dia usai diskusi publik DPP PKB tentang RUU Pemilu di Kantor DPP OKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Minggu (9/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ini wawancara wartawan dengan Saan:

Apakah PKB sahabat sejati koalisi? Apa PKB bebas reshuffle?

Oh nggak. Soak reshuffle itu urusan Presiden. Hak prepogatif Presiden. Presiden sedang memikirkan tahapan-tahapan untuk melakukan reshuffle berhubungan soal kinerja, berhubungan dengan meningkatkan akeselerasi program supaya bisa berjalan baik, begitu juga dengan kebijakan. Presiden penentu, soal pertimbangan-pertimbangan tentu akan diajak bicara para partai, dan sebagainya.

Menteri dari Demokrat akan direshuffle?

Diserahkan ke Presiden, kita menunggu saja.

PKS kerap melakukan manuver. Apa PKS bukan sahabat koalisi yang baik?

Yah kan begini, Presiden punya pertimbangan dan ukuran, punya parameter dalam melakukan reshuffle. Ukuran-ukurannya tentu objektif. Ukuran-ukuran berdasarkan record selama koalisi berjalan, di samping yang utama dari UKP4. Tentu track record dari kesetiaan koalisi dan sebagainya itu jadi bahan pertimbangan

PKS oposisi atau koalisi?

Dari statement-statement PKS yang mengkritik, tentu saya katakan kita tidak bisa intervensi apa yang menjadi hak prerogatif presiden. Kalau partai punya saran dan usulan, sebaiknya dilakukan elegan, secara baik dengan mengedepankan sopan santun.

Sikap Presiden dengan partai koalisi yang nakal bagaimana?

Saya yakin Presiden punya catatan terhadap masing-masing partai koalisi.

SBY tahu mana yang setia dan tidak?

Pasti SBY sangat tahu sekali.

Apakah PKS tidak santun?

Anda yang katakan.

Ada yang bilang presiden dipengaruhi orang lain dalam menentukan keputusannya, seperti Pak Hatta Rajasa? Benarkah?

Nggak. Semua sepenuhnya keputusan Presiden. Tidak ada pihak lain yang mempengaruhi Presiden.

Dari Demokrat ada mengajukan nama?

Kita belum ada pengajuan nama. Sepengetahuan saya belum diajak bicara. Karena Presiden masih evaluasi semuanya. Kita belum dimintai usulan nama. Kita Demokrat dalam posisi pasif.

Sudah ada persiapan nama?

Kita belum pikirkan nama yang diajukan ke Presiden karena kita juga belum diberitahu Presiden apakah menteri Demokrat akan dipertahankan atau direshuffle. Jadi kita menunggu saja semuanya.

(vit/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini