Dirut PT DI: Cassa 212, Pesawat Simpel dan Tidak Aneh-aneh

Dirut PT DI: Cassa 212, Pesawat Simpel dan Tidak Aneh-aneh

- detikNews
Selasa, 04 Okt 2011 15:54 WIB
Dirut PT DI: Cassa 212, Pesawat Simpel dan Tidak Aneh-aneh
Jakarta - Pesawat milik Nusantara Buana Air (NBA) yang jatuh di bukit Hulusekelem, Bahorok, Langkat, Sumatera Utara berjenis Cassa 212. Menurut pembuatnya, PT Dirgantara Indonesia (DI), pesawat ini adalah jenis pesawat yang simpel, tidak aneh-aneh dan memiliki kemampuan terbang hingga ketinggian 3.000 meter.

"Pesawat itu sampai ketinggan 3.000 meter. Jadi kalau kita lihat pesawat Cassa 212 itu sangat simpel. Bisa dibilang nggak ada yang aneh-aneh. Elektroniknya tidak ada yang maksudnya aneh-aneh, hanya ada untuk navigasinya yang elektronik. Jadi alat itu simpel, mesinnya reliable engine shut down juga jarang terdengar," kata Dirut PT DI, Budi Santoso.

Berikut ini wawancara wartawan dengan Budi usai konpers soal Airbus Military yang menjajaki pembuatan pesawat transportasi ringan di Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (4/10/2011):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cassa 212 yang jatuh di Bahorok, Langkat, Sumut tempo hari masih laikkah?

Jadi kelayakan pesawat terbang kita bedakan dua. Pertama, apakah itu human error atau personal error atau salah dari pesawatnya sendiri. Kemudian kalau malpraktik harus kita lihat bagaimana proses maintenance dari pesawat itu sendiri. Karena setelah lepas dari pabrik, kita hanya mengawasi saja tetapi maintenance dilakukan oleh perusahaan itu sendiri. Dan pengawasannya dilakukan oleh Dinas Kelaikan Udara yang melihat kelaikan pesawat itu sendiri.

Selama ini, sudah adakah komplain pesawat Cassa 212?

Sampai sekarang tidak ada komplain. Kita berduka cita atas kecelakaan yang terjadi di Sumut.

Apa yang dilakukan PT DI?

Kita harus menunggu juga dari kelaikan udara, apa yang jadi problem mengapa pesawat itu jatuh. Saya dengar black box-nya ditemukan. Jadi kecelakaan pesawat bisa karena cuaca, dan malah pernah ada kecelakaan karena bahan bakarnya habis.

Cassa 212 layak untuk terbang di daerah Bahorok dan sekitarnya?

Pesawat itu sampai ketinggan 3.000 meter. Jadi kalau kita lihat pesawat Cassa 212 itu sangat simpel. Bisa dibilang nggak ada yang aneh-aneh. Elektroniknya tidak ada yang maksudnya aneh-aneh, hanya ada untuk navigasinya yang elektronik. Jadi alat itu simpel, mesinnya reliable engine shut down juga jarang terdengar.

Apa karena simpel itu lalu jatuh?

Nggak, kalau soal dia berada di ketinggian lalu menabrak gunung saya tidak tahu kan. Tapi bukan disebabkan dari desain awalnya. Jadi semua tergantung maintenancenya.

Bisa ditegaskan Cassa 212 layak?

Ya layak terbang. Kita lihat masih banyak yang terbang.

Adakah evaluasi internal?

Kami menunggu dari perhubungan udara. Kalau yang ini saya nggak bisa bilang ini karena apa atau apa. Kita tunggu evaluasi.

PT DI masih menunggu?

PT DI menunggu. Setiap ada kecelakaan kami menunggu. Kalau diminta ikut, kami akan ikut dalam evaluasi.

(vit/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads