"Itu omong kosong, kan baiatnya banyak orang. Tapi JAT kan tidak berbuat itu dan mengajak yang gitu-gituan (aksi pengeboman)," kata Ba'asyir saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunoyono, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2011).
Berikut wawancara lengkap dengan Ba'asyir yang saat itu hendak memeriksakan gigi di Klinik Mabes Polri:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu tidak boleh dalam agama, itu orang kafir tidak boleh diganggu kecuali ada bukti mereka mau menyerang Islam.
Ahmad Yosepa itu anggota JAT?
Itu omong kosong, kan saya baiat banyak orang, tapi kan JAT tidak pernah berbuat seperti itu, tidak pernah mengajarkan seperti itu, saya tidak kenal, saya tidak tahu.
Kenal dengan Beni Asri (anggota jaringan teroris Cirebon, red) ?
Siapa? Saya tidak kenal.
Di Cirebon ada cabang JAT?
Iya, tapi kan di sana ada pengajian yang keras, ustad siapa. Tampaknya mereka mengaji di ustad itu lalu dia berbuat seperti itu.
Tanggapan mengenai perbuatan bom Solo dan Cirebon?
Itu perbuatan terkutuk, itu dosa. Organisasi JAT kalau dalam ritual salat jamaah itu tuntunannya Nabi dan Rasul maka tidak perlu ada izin polisi di daerah.
Selama ini kasus teroris dikaitkan dengan JAT bagaimana?
Itu kan hanya ingin memberatkan saya.
Selama ini JAT ada anggota di Cirebon?
Saya nggak tahu, tapi di luar itu mungkin saja ada.
Berarti di Solo dan Cirebon?
Itu salah yang bikin bom pun salah, malah nggak boleh itu, bom sembarangan, itu ibadah yang ngawur, itu hanya sekadar emosi tak berdasarkan syariat.
Mengatasnamakan JAT?
Ya tetap saja tidak bisa karena JAT tidak pernah mengajarkan seperti itu, bahkan jihad menggunakan senjata JAT punya garis sendiri tapi belum mampu sekarang, jadi jihadnya dengan dakwah. Perlawanan dengan senjata itu harus tapi sekarang belum mampu.
Jihad itu tidak boleh emosi harus ikhlas dengan kemampuan jadi tidak bisa seenaknya sendiri Harus ikhlas dan kemampuan. Jadi tidak seenaknya sendiri.
Jadi sebenarnya jihad itu ada alasannya?
Nggak ada, itu ngawur, itu bodoh, itu tidak mengerti agama, itu tidak boleh.
Jadi tidak mengakui mereka anggota JAT?
Itu urusan anggota masing-masing. Umpama pun ada anggota yang terlibat, kan nggak bisa disalahkan JAT-nya, kalau misalkan ada polisi yang melakukan kesalahan, masa Mabes Polri dibubarkan, kan itu urusan pribadi.
Kalau soal keterkaitan mereka dengan JAT?
Itu omong kosong kan baiatnya banyak orang. Tapi JAT kan tidak berbuat itu dan mengajak yang gitu-gituan.
(ken/nwk)











































