Sebenarnya membedakan laki-laki dan perempuan bukanlah pekerjaan yang sulit. Dalam psikologi, ada 3 hal untuk memastikan jenis kelamin seseorang.
"Laki-laki atau prempuan pasangan kita, bisa dikenali melalui 3 hal. Karena dalam psikologi untuk mengetahui jenis kelamin melalui 3 hal, yakni primer, sekunder dan tersier," terang psikolog forensik Reza Indragiri Amriel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang lelaki yang menikahi lelaki berpotensi menimbulkan trauma?
Pada dasarnya setiap orang punya respons sendiri-sendiri. Tapi menurut saya, pernikahan itu suatu yang pribadi dan penting. Jadi saya bayangkan ada tekanan psikis sangat besar. Kalau digunakan istilah trauma, saya rasa terlalu ekstrem. Mungkin yang tepat adalah guncangan psikologis pada diri Umar. Bisa saja terjadi seperti itu.
Adakah kemungkinan Icha memiliki 'kelainan'?
Harus mulai dengan Icha itu kan tersangka dan sudah masuk dalam sel. Di sini harus hati-hati karena bisa dimanfaatkan untuk celah hukum. Dalam perluasan wawasan memang ada orang yang dekat dengan transgender, yang berargumen dirinya adalah perempuan namun terperangkap dalam tubuh laki-laki.
Sepertinya tidak ada motif ekonomi di balik yang dilakukan Icha?
Saya baca di salah satu media, mereka ini kenal lewat Facebook. Icha juga katanya mau menikah dengan Umar karena kasihan, di samping Umar itu orang yang penyayang dan penyabar. Kalau memang proses psikologis Icha sedemikian rupa, ini homosekusal fakultatif.
Kalau homoseksual eksklusif, apapun kondisinya maunya hanya berhubungan dengan laki-laki. Tapi katanya, dulu Icha ini pernah punya pacar perempuan sebelum dengan Umar.
Apa yang terjadi antara Umar dan Icha itu kan sepertinya lewat proses. Ini bisa terjadi karena tidak tersedia lawan jenis yang cocok buatnya, lalu ketika menemukan orang berjenis kelamin sama yang dirasa cocok lalu banting setir. Karena kepepet, yang ada hanya laki-laki, lalu sering bersama, tumbuh simpati, rasa suka.
Suatu saat, dengan pembinaan mental dia bisa heteroseks lagi. Ini mirip orang yang ada di penjara. Beberapa orang yang di penjara memilih berhubungan sesama jenis karena tidak mendapatkan lawan jenis. Karena itu lalu ada yang jadi homo, karena tidak ada tempat penyaluran. Tetapi setelah keluar dari penjara jadi heteroseks lagi. Ini sama. Ada faktor permukaan yang dangkal.
Facebook Icha, dari status-status yang dipostingnya sangat perempuan sekali. Sepertinya sejak jauh hari memang dia ingin sekali jadi perempuan?
Riwayat hidup yang saya baca masih simpang siur. Ada yang menyampaikan dia itu sebenarnya lelaki tulen. Di depan warga pun sebenarnya dia tidak menampilkan diri sebagai perempuan dengan mengubah postur atau suara. Bisa saja awalnya ingin main-main, tapi daripada digebukin massa ya sudahlah lanjutkan saja sandiwaranya. Apalagi jika dia ini homoseksual fakultatif. Tapi kalau sejak dulu berperilaku seperti perempuan mungkin saja transgender.
Aksi Icha sepertinya matang sekali karena bisa memalsukan dokumen-dokumen?
Ya kalau memang memalsukan identitas, kejahatannya semakin kentara. Dokumennya asli tapi palsu. Tentu saja kalau ini dilakukan akan kena pidana. Kalau hanya iseng, saya rasa terlalu berisiko. Saya duga ada relasi seksual yang mendorong dia melakukan itu.
Icha bisa membohongi banyak orang. Anda lihat Icha ada kecenderungan psikopat?
Psikopat itu mendekati gangguan kepribadian. Kasus-kasus kriminal itu biasanya dihentikan karena tersangkanya kurang waras. Sedangkan gangguan kepribadian berada di tingkat dua dihentikannya kasus. Ini harus hati-hati sekali. Kalau bagi saya, ini kriminal murni.
Menurut Anda kenapa Umar bisa sampai ditipu mentah-mentah?
Sebenarnya dalam hati saya ini jengkel sekali pada Umar. Sudah 6 bulan menikah masak tidak tahu istrinya itu laki-laki. Apakah dia ini sangat lugu atau diam-diam memiliki orientasi seksual yang sama dengan Icha. Kalau sejak awal sudah tahu Icha itu laki-laki, tetapi nekat menikahinya karena memiliki orientasi seksual sejenis, Umar diam saja selama 6 bulan ini tentu beralasan.
Agar kasus seperti Umar dan Icha tidak terulang, bagaimana antisipasinya?
Istilahnya, 'teliti dulu, baru beli'. Maksudnya begini, kalau niat serius menikah, calon pasangan kan punya KTP. Di KTP ada data, dan itu bisa dicek. Untuk mengecek, datang saja ke kantor kelurahan. Lebih baik meluangkan waktu ekstra untuk mengecek identitas calon pasangan. Menikah itu kan bukan untuk main-main atau bukan untuk waktu singkat saja. Lagi pula, jenis kelamin itu bisa dilihat.
Laki-laki atau perempuan pasangan kita, bisa dikenali melalui 3 hal. Karena dalam psikologi untuk mengetahui jenis kelamin melalui 3 hal, yakni primer, sekunder dan tersier.
Bisa dijelaskan?
Alat kelamin primer tentu merupakan alat kelamin yang tidak mudah dilihat, karena tertutup (pakaian). Alat kelamin laki-laki dan perempuan tentu sangat berbeda. Ini tidak bisa dibohongi.
Alat kelamin sekunder misalnya dada, kumis, jakun. Yang sekunder ini bisa diamati. Jadi perhatikan dagu seseorang, biasanya akan terlihat bekas jenggot kalau dia memang laki-laki.
Selain itu ada alat kelamin tersier, yang terkait dengan pola mental. Ini harus dicermati, dan biasanya dalam waktu yang tidak sebentar. Ada peran orangtua di sini, juga faktor sosialisasi dalam berinteraksi dengan berbagai macam makhluk. Ada pola kepribadian untuk melihat apakah peran seksualnya itu homo, hetero atau bi.
(vit/nrl)










































