Tifatul Sembiring: Isu & Fitnah Yusuf Supendi Sudah Sejak 2008

Tifatul Sembiring: Isu & Fitnah Yusuf Supendi Sudah Sejak 2008

- detikNews
Rabu, 23 Mar 2011 14:40 WIB
Tifatul Sembiring: Isu & Fitnah Yusuf Supendi Sudah Sejak 2008
Jakarta - Yusuf Supendi menyerang petinggi PKS dengan mengatakan Sekjen PKS Anis Matta menggelapkan uang partai. Yusuf juga menuding sejumlah petinggi PKS bermasalah dalam poligaminya. Meski demikian, tudingan Yusuf ini disebut sebagai isu lama.

"Soal isu dan fitnah yang disampaikan itu, itu sudah saya terima sejak 2008, sewaktu saya menjadi Presiden PKS," kata mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring. Tifatul mengatakan hal tersebut menanggapi pertanyaan bagaimana sikap kader PKS dengan serangan Yusuf Supendi.

Berikut ini wawancara wartawan dengan pria yang duduk di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II sebagai Menkominfo ini, usai acara Jakarta International Defence Dialog (JIDD) di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (24/3/2011).

Bagaimana soal tudingan Yusuf Supendi ke PKS?


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena persoalan beliau kan sudah lama, sejak 2004. Saya rasa perlu pendekatan-pendekatan. Saya tidak melihat kalau politik itu harus apa terlalu strong, begitu ada perbedaan-perbedaan. Kalau suka bergabung, tidak suka ya keluar.

Konflik itu sudah lama?

Bukan konflik, kok konflik. Beliau dikenai punishment sejak 2004, soal apa yang dituduhkan itu sejak 2008 itu saya sudah terima bukunya itu, jadi nggak kaget-keget amat. Apa yang disebut di publik itu sebenarnya sudah dibahas di DPP PKS, waktu itu saya kan Presiden PKS.

Kata Anis Matta, ada orang di belakang Yusuf?

Oh, saya nggak tahu. Itu kan perlu diselidiki, untuk persoalan ini kita menyerahkan semuanya ke DPP. Saya kan sudah tidak di struktur harian PKS lagi.

Memang ada orang yang sengaja menjatuhkan PKS?

Yang namanya politik mungkin mungkin saja, tapi itu kan harus dibuktikan.

Kader PKS sendiri menyikapi ini bagaimana?


Kader PKS solid semuanya, nggak ada apa-apa baik pusat atau daerah. 1,5 Juta kader solid semuanya.

Anis Matta mengatakan ini seperti ada konspirasi menjatuhkan melalui isu-isu yang hadir?

Ya, kemungkinan itu kan ada, tapi itu perlu pembuktian semuanya. Jadi semua yang ada ini sebaiknya diselesaikan melalui cara kekeluargaan, melalui internal saja. Ini bukan konflik di dalam tubuh, di dalam kepengurusan kan tidak. Jadi ada orang yang diberikan suatu hukuman struktur PKS, nah kemudian yang bersangkutan merasa itu tidak tepat di diri dia, ya silakan banding dan sebagainya.

Tapi soal isu dan fitnah yang disampaikan itu, itu sudah saya terima sejak 2008, sewaktu saya menjadi Presiden PKS. Saya serahkan kepada lembaga-lembaga yudikatif dan ini pun saya serahkan ke DPP.

Katanya ada orang di lingkar Istana yang sengaja akan mengeluarkan PKS dari koalisi?

Tidak, tidak. Saya tidak ingin menduga seperti itu. Diselesaikan, ini masalah
internal sebetulnya dan bukan persoalan pengurusan dan sebagainya. Ini lebih pada seseorang yang kena eh... (kalimat terpotong-red).

Ini kan ada reward dan punishment di PKS. Ada sistem eksekutifnya yakni DPP PKS, ada sistem legislatifnya yaitu Majelis Syuro dan Yudikatifnya yaitu Dewan Syariah. Ketika ini dijalankan, sistem ini kan perlu diuji, jadi bukan teori saja.

Jadi ini murni internal?

Ya, murni internal saja

Soal Yusuf ini kan sudah ke mana-mana?

Biasa saja namanya tuduhan, orang bisa berhak menuduh ini itu tapi kan harus ada faktanya. Fakta nanti akan bicara, ada nggak faktanya, sudahlah.

(vit/fay)


Berita Terkait