Jafar Hafsah: Demokrat Akan Kaji Berita The Age

Jafar Hafsah: Demokrat Akan Kaji Berita The Age

- detikNews
Jumat, 11 Mar 2011 16:51 WIB
Jafar Hafsah: Demokrat Akan Kaji Berita The Age
Jakarta - The Age membuat headline 'Yudhoyono Abused Power' dalam dua halaman yang menggegerkan. Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah menyatakan, tudingan media Australia yang mengutip Wikileaks itu tidak benar. Demokrat akan mengkaji berita-berita itu.

"Dimuatnya berita itu kami pertanyakan dan perlu diusut. Demokrat akan mengadakan pengkajian, penelitian atas berita itu," ujar Jafar.

Berikut ini wawancara dengan Jafar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/3/2011):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanggapan dengan berita tentang penyalahgunaan kekuasaan SBY yang diberitakan media Australia?

Itu adalah tidak betul. Selama ini kepemerintahan SBY-Boediono transparan dan dijalankan sesuai kaidah dan aturan, begitu pula tentang Ibu Yudhoyono. Ibu Ani tidak mempunya posisi lain, tidak memiliki perusahan dan tidak memanggil siapa pun untuk membicarkan bisnis. Ibu negara hanya mendampingi suami dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Dimuatnya berita itu kami pertanyakan dan perlu diusut. Demokrat akan mengadakan pengkajian, penelitian atas berita itu.

Diberitakan sumber informasi dari TB Silalahi?

Itu tidak betul. Itu kan kata dia (Wikileaks). Mereka seharusnya minta maaf. Tidak ada deal khusus.

Hendarman Supandji diperintahkan tidak melanjutkan pengusutan kasus terkait Taufiq Kiemas?

Itu tidak seperti itu.

Benar ada kedekatan Ani-SBY dengan pengusaha?


Kedekatan berkomunikasi itu dengan siapa pun. Siapa pun presidennya, pengusaha juga akan terus berkomunikasi.

Bukankah Wikileaks menyampaikan bocorannya pada media terpercaya?


Media memang terpercaya tapi kan tidak bisa menjamin. Yang jelas pemerintah mempunyai data dan akan dikeluarkan (untuk menyangkal).

Jika ada rahasia bocor, ada hubungan dengan intelijen?

Dalam dunia intel itu ada yang harus dijaga seperti kerahasiaan bahan kita agar lebih terjamin. Ini juga dalam proses pembelajaran kalau kita harus dapat memelihara data dan informasi intel.

Kecewa?

Kita kecewa kalau lembaga tidak melaksanakan tugasnya.

Apa yang sudah dilakukan?


Kami bekerja, Setneg juga bekerja, juga menyiapkan penasihat hukum dan dari situ kita melihat langkah-langkah yang dilakukan.

Dalam rapat fraksi dibicarakan tidak?

Ya kita bahas tapi tidak mendalam. Kita menunggu informasi spesifiknya.

Ada Wapres Boediono di Australia, apa yang diharapkan?

Supaya menjelaskan Indonesia seperti apa dan Pak SBY dan Bu Ani Yudhoyono.

Akan mengeluarkan data untuk menjawab?


Pemerintah akan keluarkan data untuk menjawab.

Ini motifnya apa?

Wah saya tidak tahu, tapi seperti biasa selalu ingin mencitrakan Presiden tidak baik, baik di masyarakat dalam maupun luar.

(vit/nrl)


Berita Terkait