Ilham Habibie: ICMI ke Depan Akan Lebih Berperan di Akar Rumput

Ilham Habibie: ICMI ke Depan Akan Lebih Berperan di Akar Rumput

- detikNews
Kamis, 03 Mar 2011 10:48 WIB
Ilham Habibie: ICMI ke Depan Akan Lebih Berperan di Akar Rumput
Jakarta - Ilham Habibie terpilih sebagai Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) berdasar Muktamar V ICMI tahun 2010 lalu. Ilham menegaskan, ICMI ke depannya akan lebih berperan di akar rumput.

"ICMI ke depan bagimana, tentu mengharuskan peran aktif di akar rumput dengan memfokuskan pada 3+1 yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan plus mendukung
pencapaian MDG's," ujar Ilham.

Berikut ini wawancara dengan Ilham saat diskusi dan jumpa pers di Convention Hall SMESCO UKM, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (2/3/2011):

Mengapa dalam 10 tahun terakhir sepertinya ICMI tidak kelihatan?


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dulu ICMI mungkin jadi payung. Lalu ICMI lebih nonpolitis, fokus ke permasalahan dan pemberdayaan umat. Kalau kita terlalu politis, menjadi parpol makan akan tersita dengan perjuangan partai. Pendekatan kita ke akar rumput, kita urusi umat melalui program.

Sebenarnya kita juga menyampaikan gagasan kita, pendapat kita di seminar juga ke
instansi terkait. Tapi apakah yang kita sampaikan itu dipakai atau tidak kan wallahu a'lam.

Tapi kita telah mempelopori sejumlah hal. Misalnya saja bank syariah, dan ini kemudian banyak diikuti, bahkan bank luar pun syariah. Fokus kita memang lebih ke pengembangan ekonomi umat.

Mengapa ekonomi? Masalah sosial juga masih menjadi tantangan bangsa ini?

Kita juga memberi perhatian ke pendidikan dan kesehatan. ICMI ke depan bagimana, tentu mengharuskan peran aktif di akar rumput dengan memfokuskan pada 3+1 yakni
ekonomi, pendidikan, kesehatan plus mendukung pencapaian MDG's. Hanya saja kalau
kesehatan dan pendidikan sudah dilakukan ormas lain sehingga kita lebih garap
ekonominya yang belum intensif digarap.

Adakah kerjasama dengan NU dan Muhammadiyah sebagai ormas Islam lainnya?

Kalau secara organisasi belum. Tapi kalau personal sering. Kami dukung program pendidikan dan kesehatan yang telah dijalankan mereka. Ini tidak harus ICMI ada di mana-mana, namun bersama-sama dengan yang lain untuk mencapai tujuan dan memajukan serta mensejahterakan bangsa dan umat.

ICMI sekarang beda dengan yang dulu?

Dalam 20 tahun ini ICMI melalui proses pematangan, di awalnya pada tahun 1990-an
banyak aktivis. Dengan ICMI bisa melakukan beberapa gebrakan misalahnya
mendirikan Muamalat sebagai bank syariah, lalu Takaful sebagai asuransi syariah,
Republika dan lainnya.

2011 ini beda dengan awal 90-an, lebih aktif menyelesaikan masalah umat. Di sini banyak cendekia, bukan dalam arti orang yang punya gelar tinggi tetapi cerdas dan aktif serta peduli menyelesaikan masalah umat.

Dari awal kita tekankan kesimbangan imtak dan iptek. Kalau hanya menjadi ilmuwan
tanpa imtak maka bisa tersesat. Di lain pihak beragama tapi iptek lemah maka
akan alim tapi tidak berdaya, hanya bisa berdoa. Harus seimbang.

Program-program yang disiapkan ke depan?

Ada pemberdayaan masjid dengan i-Masjid. Pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah. Kita ada 9 program utama yang tertuang dalam MoU dengan beberapa
pihak. Ada juga BMT, sayangnya BMT masih tergantung pimpinan. Kalau pemimpinnya
sukses ya sukses, masih tergantung siapa pemimpinnya, belum terinstitusi.

Nah di situlah peran ICMI, membuat sistem, standardisasi, teknologi tepat guna.

Di bangsa ini ada masalah yang mungkin ICMI bisa lebih berperan jika terjun ke politik?

Kalau terlalu melibatkan diri ke politik, maka waktu kita akan habis. Mendingan kita menjaga untuk tidak melibatkan diri, kita jalankan yang jadi fokus kita saja.

Kalau turut serta di masalah politik, kita akan jadi korban karena terlalu sibuk. Ini tidak berarti ICMI alergi politik, hanya saja ketika sudah di ICMI kita lepas semua baju partai, mau hijau, kuning, merah, semua dilepas.

Di bawah Anda hingga tahun depan (Ilham menjadi ketua predium ICMI untuk satu tahun), ICMI akan lebih menekankan pada teknologi?

Seperti saya katakan imtak dan iptek itu harus sejalan. Lagi pula teknologi itu memang penting. Untuk mengembangkan ekonomi, perlu teknologi. Dengan menguasi teknologi kita punya kompetensi. Saya pikir teknologi penting untuk di semua bidang.

(vit/nrl)


Berita Terkait