Hal itu ditegaskan oleh Ketua Satgas Evakuasi WNI di Mesir, Hassan Wirajuda di Istana Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (17/2/2011).
"Tetap kita berikan bantuan sembako sejak Senin kemarin. Beasiswa khusus 3
bulan, tiap bulan 350 Pound Mesir atau US$ 60," ujar Hassan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang dilakukan kepada mahasiswa RI yang tetap berada di Mesir?
Kita berikan beasiswa bagi yang tinggal.
Sebentar lagi mahasiswa akan ujian?
Makanya kita menyegerakan pengembalian mereka ke Kairo untuk segera mengikuti ujian dan kuliah.
Ini semua gratis?
Oh ya, itu komitmen pemerintah dari awal.
Sistemnya?
Kita buat posko di Kemdiknas. Website ada, emailnya ada. Mahasiswa kita kumpulkan, Pengembaliannya lagi kita urus, paspor, visa, kita daftarkan kembali lebih awal. 30 Hari dari tanggal tiba untuk secepatnya kita lakukan proses pengembalian lagi.
Selain beasiswa adakah bantuan lain untuk mahasiswa RI di sana?
Tetap kita berikan bantuan sembako sejak Senin kemarin. Beasiswa khusus 3 bulan, tiap bulan 350 Pound Mesir atau US$ 60.
Bagaimana kondisi di Mesir?
Dengan demonstrasi sudah tidak ada lagi, relatif baik. Kebutuhan bahan baku sudah tersedia. Karena itu tidak perlu lagi evakuasi, sudah kita stop setelah 6 kali. Bantuan masih kita berikan selama masa transisi.
Bagi yang pulang fasilitas apa saja yang diberikan?
Kita atur mulai ongkos, dari daerah asal, ditampung di Jakarta, tiket, pengurusan visa, lalu transit di Asrama Haji Pondok Gede.
Berapa dana untuk itu, Rp 2-5 miliar?
Bisa lebih.
Rp 10 miliar?
Kira-kira bisa lebih. Karena komponen yang mahal itu adalah pesawat carternya.
Masih menggunakan Garuda?
Tidak lagi, sekarang sudah pakai pesawat komersil, lebih murah.
Kisaran anggarannya?
Itu sifatnya darurat. Sepanjang ini dana yang dialokasikan ini sudah cukup.
(vit/fay)











































