Corsec PT Jasa Marga: GT Cimanggis Operasi, Ada Konsekuensi Perubahan Tarif

Corsec PT Jasa Marga: GT Cimanggis Operasi, Ada Konsekuensi Perubahan Tarif

- detikNews
Kamis, 13 Jan 2011 13:35 WIB
Corsec PT Jasa Marga: GT Cimanggis Operasi, Ada Konsekuensi Perubahan Tarif
Jakarta - Gerbang Tol (GT) Cimanggis Utama resmi beroperasi hari ini. Sistem transaksi pun mengalami perubahan, di mana diterapkan tarif flat. Bagi pengendara dari Bogor menuju Cimanggis, tetap membayar tarif Rp 4.500. Setelah itu, perjalanan dari GT Cimanggis harus membayar tarif flat dengan sistem terbuka Rp 2.000.

"Memang dengan adanya GT Cimanggi ada konsekuensi, yaitu perubahan transaksi (tarif) sebagian. Dulu dari mana pun juga yang keluar di TMII, pembayarannya pakai sistem tertutup, jadi yang dibayarkan sesuai jarak tempuh, yang jauh lebih mahal dari yang pendek," ujar Corporate Secretary (Corsec) PT Jasa Marga, Okke Merlina.

Berikut ini wawancara detikcom dengan peraih gelar Master of Bussiness Administration dari University of the City of Manila, Rabu (13/1/2011):

Ada perubahan pembayaran dengan adanya GT Cimanggis?


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang dengan adanya GT Cimanggis ada konsekuensi, yaitu perubahan transaksi sebagian. Dulu dari mana pun juga yang keluar di TMII, pembayarannya pakai sistem tertutup, jadi yang dibayarkan sesuai jarak tempuh, yang jauh lebih mahal dari yang pendek. Pas masuk ambil karcis, lalu bayar.

Dengan pemindahan maka transaksinya juga berubah. Sebagian sistem tertutup. Jadi kendaraan yang dari selatan dampai ke Cimanggis Utama menggunakan sistem tertutup, bayar di situ. Kalau mau ke Jakarta, bayar sekali di Cimanggis Utama Rp 6.500, yakni Rp 4.500 sampai dengan Cimanggis plus Rp 2.000 untuk sistem terbuka. Ini jauh dekat sama.

Bogor yang keluar Cibubur dia akan dapat tambahan membayar Rp 2.000 karena sistem terbuka. Untuk yang sistem terbuka, yang dari Cimanggis atau Cibubur arah utara seperti misalnya kalau mau ke Pasar Rebo, bolak-balik Rp 2.000. Satu arah Rp 2.000.

Dulu yang dari Cibubur ke Taman Mini arah Cawang bayar Rp 2.500, sekarang yang terjauh Rp 2.000. Yang terjauh adalah Cibubur-Jakarta.

Jarak pendek juga sama?


Jarak pendek juga Rp 2.000. Jadi yang dari Cimanggis ke Cibubur juga. Ini karena sistem. Dengan sistem terbuka ini, dengan sekali transaksi tidak ada lagi transaksi di gerbang btol menuju Jakarta. Yang di Taman Mini dibongkar sehingga tidak ada antrean di sana.

Dari selatan sampai Cimanggis Utama menggunakan sistem tertutup, bayar sesuai jarak. Bogor - Cimanggis dengan Cibinong - Cimanggis nggak sama karena lebih jauh Bogor. Bogor - Cimanggis Rp 4.500. Tapi mereka juga harus melalui Cimanggis. Lalu dari Cimanggis mau ke mana, ke Pasar Rebo atau Cawang bayar Rp 2.000 tarif merata. Sehingga ada perubahan pembayaran bagi yang jarak pendek.

Untuk sampai ke Jakarta nggak ada perubahan. Dulu dari Bogor, Ciawi, bayar di Taman Mini juga Rp 6.500. Yang ada perubahan yang dekat, karena ada sistem terbuka.

Tentu itu sudah sangat diperhitungkan. Ada perubahan sistem, tapi kemudian ada kelancaran. Di Tol JORR saja jauh dekat Rp 7.000. Dengan adanya perubahan ini, menghilangkan antrean panjang di Gerbang Tol TMII Utama.

Jumlah gardu di TMII ada 12. Sekarang di Cimanggis ada 23, yaitu 18 gerbang yang miring lalu 5 gerbang yang untuk kendaraan besar. Ini juga transaksi Pasar Rebo arah JORR sudah nggak ada lagi gardu pembayarannya karena sudah dibayar saat masuk di Cibubur maupun Cimanggis. Kalau kendaraan ini mau masuk JORR ya tinggal bayar Rp 7.000. Tetapi kalau mutus ke Cawang nggak ada transaksi lagi.

Tidak ada antrean lagi di Gerbang Tol Taman Mini?


Biasanya di gerbang tol ini melayani kendaraan sekitar 100 ribu kendaraan per hari. Pagi ini tidak ada antrean sama sekali. Hanya memang konsekuensi di Gerbang Tol Cibubur kepadatan cukup berat, karena transisi. Tadinya nggak ada transaksi di sana, tiba-tiba ada. Ini wajar.

Pemindahan transaksi di GT Cimanggis Utama ini juga diperkirakan bisa mengurangi kemacetan yang sering terjadi di pintu keluar Pasar Rebo.

GT TMII yang melayani pengguna jalan tol yang akan menuju JORR dan Kampung Rambutan ini nantinya hanya akan melayani transaksi untuk Ruas JORR saja. Karena itu bisa mempercepat transaksi. Kalau awalnya transaksi mencapai 13 detik, maka sekarang bisa menjadi 4-5 detik saja. Kalau pengendara memakai uang pas maupun e-toll card malah bisa lebih cepat lagi.

Pengguna jarak dekat mengeluh?


Yang dikeluhkan begitu, tapi jangan lupa, yang sistem terbuka Rp 2.500 dari Cibubur ke Jakarta sekarang jadi Rp 2.000. Jakarta-Cibubur juga Rp 2.000. Ini tarifnya turun. Padahal ini arus kendaraan terbesar, karena hampir 50.000 kendaraan. Kalau nggak begini nanti sulit ke sistem.

Ruas pendek memang jadi terkena karena satu sistem. Tapi ini telah perhatikan aspek pelayanan. Jadi gerbang tol harus ditambah di lokasi yang lebih ke luar kota agar tidak ada penumpukan. Nantinya juga Pondok Gede Timur akan di pindah ke Cikarang.

Akibat pemindahan ini yang dikeluhkan. Tapi ini untuk menghilangkan antrean ke arah Jakarta agar menjadi lebih lancar. Yang di Cibubur masih ada antrean mungkin karena transisi. Ada komunikasi yang lebih antara penjaga tol dengan pengendara. Mudah-mudahan 2-3 hari ke depan orang sudah tahu dan sudah terbiasa.

Semua rambu sudah komplet?

Rambu sudah memadai, karena sudah menjadi syarat dan juga ada sisi safety. Sosialisasi sudah kami lakukan dua bulan terakhir ini. Kalau masih ada yang belum terlalu aware, kita akan perhatikan. Akan kita tambah spanduk untuk sosialisasi perubahan.

Setiap ada perubahan, kita turunkan petugas yang lebih dari biasa. Ini untuk mengatur lalu lintas, kalau untuk petugas tolnya standar.

Bagaimana dengan lampu penerangan?

Saat uji coba (di GT Cimanggis), mungkin tidak sepenuhnya lampu terpasang. Tapi sekarang sudah ada fungsi kegiatan sehingga penerangan menjadi mutlak. (vit/nrl)


Berita Terkait