Sekjen Jamaah Ansharut Tauhid: Kami Masih Bayi, Tapi Dipukuli

Sekjen Jamaah Ansharut Tauhid: Kami Masih Bayi, Tapi Dipukuli

- detikNews
Rabu, 22 Sep 2010 11:10 WIB
Sekjen Jamaah Ansharut Tauhid: Kami Masih Bayi, Tapi Dipukuli
Jakarta - Jamaah Anshorat Tauhid (JAT) bentukan Abu Bakar Ba'asyir kembali dikaitkan terlibat terorisme menyusul penangkapan 19 orang di Sumut dan Lampung oleh Densus 88 akhir pekan ini. Bagaimana komentar JAT?

Berikut wawancara detikcom dengan Sekjen JAT Abdurraham, Selasa (21/9/2010):

Apakah JAT adalah metamorfosa dari Jamaah Islamiyah (JI)?

Jangan dilogikakan metamorfosa dari JI. Tapi JI itu kan tidak riil. Kalau metamorfosa itu keliru.

JAT pada Ramadan kemarin baru dua tahun. Kami masih membangun pondasi, belum bisa berbuat banyak. Masih selalu penertiban ke dalam juga. Kami masih bayi, tapi dipukuli. Ini penyakit kekejaman.

Masalah kekejaman ini sudah lama. Dulu ada masalah DI/TII, PKI, kasus Tanjung Priok. Rupanya bangsa ini tidak kapok. Fitnah dan perpecahan tidak akan menjadikan bangsa ini jadi kuat. Apalagi ini sesama kaum Muslimin. Yang ditangkapi dan difitnah teroris itu aktivis Islam. Ini kekejaman yang sangat akut. Kalau satu orang salah, langsung disebut institusinya juga disebut salah.

Kita sangat terbuka. Waktu kita deklarasi, kami mencetak majalah dan kita bagikan ke siapa pun agar tahu keyakinan kami juga perjuangan dakwah kami. Kalau salah siap diluruskan. Kami terbuka agar tidak disudutkan dengan hal yang tidak kami lakukan. Jadi tidak ada yang mencari kambing hitam.

Untuk apa JAT dibentuk?

Sebagai dai kami mempelajarai al haq (kebenaran). Kami menyampaikan apa yang kami yakini. Kalau hanya kami sendiri yang tahu, hanya untuk kami sendiri ya namanya bukan dakwah. Kami harus menyampaikan.

Untuk itu harus ada yang dimunculkan ke permukaan, maka dibentuklah JAT. Ini agar dakwah kita sampai ke semua umat. Kami punya 5 wilayah yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, dan Jawa Timur.

Dakwah itu tidak bisa diam-diam tetapi harus bersuara. Kalau dakwah diam-diam kapan umat akan tahu. Ustadz Abu (Abu Bakar Ba'asyir) sudah tahu organisasi ini pasti akan disorot, tapi diambilah berbagai macam risikonya. Seperti dulu Rasulullah kan dituduh macam-macam saat menyebarkan wahyu.

Tapi banyak kebenaran terdistorsi. Jadi dai disamakan dengan teroris. Padahal terorisme itu extraordinary crime. Kalau begitu dai penjahat luar biasa. Kalau tidak disorot lalu kami mengurangi apa yang ingin disampaikan, begitu? Wah kalau begitu menggadaikan akhirat.

Apakah di JAT ada kegiatan kemiliteran dan memiliki persenjataan?

Bukankah tidak boleh ada kegiatan seperti itu? Kalau sampai begitu nanti fatal. Kalaupun membentuk laskar namanya baris berbaris, untuk membentuk. Senjata kami nggak ada. Paling pisau yang sudah pothol (copot) di dapur untuk memotong kue.

Untuk apa laskar itu?

Kita kerja sama dengan masyarakat dan aparat untuk mengurangi tindakan yang meresahkan masyarakat. Molimo (maling (pencuri), main (perjudian), minum (minuman keras), madat (narkoba), dan madon (PSK)) di sini masih kuat. Tapi kita tidak memakai cara kekerasan.

Sebelumnya kami mengundang unsur kepolisian dan kelurahan, lalu kami beberkan titik rawan molimo. Mereka kita ajak keliling kampung ke titik-titik yang dianggap rawan.

Dana JAT dari mana?

Dari internal anggota, infak. Kalau infak tidak ada batasan, bisa Rp 5.000, Rp 2.000. Terserah saja.

Bagaimana tanggapan Anda, Ba'asyir diduga terkait terorisme?

Pihak kami kami yang paling tahu. Kami tidak melihat beliau terlibat dalam masalah seperti itu. Sebagian waktunya untuk mendakwahkan umat. Tuduhan itu mempersulit beliau di tahanan.

Apa dampak tudingan itu pada JAT?

Sangat menyulitkan dalam dakwah. Sebagian anggota yang baru bergabung jadi down. Mudah-mudah ini hikmah bagi kita.

Apakah ada baiat untuk anggota baru?

Kalau yang dimaksud membaca ikrar, maka di kita ada membaca ikrar. Namanya muhadah. Itu ikrar untuk berjanji tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Hanya itu dan itu (isi ikrar) universal.

Berapa anggota JAT?

Dari lembar muhadah antara 1.500 sampai 2.000 orang. Anggotanya bervariasi. Yang anak muda ada, yang sudah sepuh ya banyak. Tapi yang suka perubahan kan anak muda, jadi anak mudanya banyak.

Apa saja kegiatan JAT?

Organisasi ini punya 3 badan. Pertama dakwah wal ilam atau bagian publikasi. Kami punya majalah yang sekarang baru 2.000 eksemplar jadi baru sebatas untuk kalangan internal. Ada website juga tapi kurang ter-mantain dengan baik karena nggak ada dana.

Ada juga badan pendidikan atau tarbiyah. Ini pendidikan untuk menjadi da'i atau untuk kebutuhan personal ingin mendalami. Untuk anggota yang sudah bergabung dibina secara berjenjang. Umumnya disiapkan menjadi da'i. Kalu mau bergabung harus sudah hafal 5-8 juz al-Qur'an, diharapkan dalam dua tahun bisa hafal 30 juz.

Dan ada hisbah yang memiliki tugas ke dalam dan keluar. Kedalam itu mengingatkan kita agar selalu takwa kepada Allah. Sedangkan keluarnya ya itu ikut mengatasi masalah sosial.

Kami bukan organisasi eksklusif. Kalau mau datang untuk berdiskusi silakan saja. Kami terbuka.

(vit/nrl)


Berita Terkait