"Secepatnya tangkap pihak yang melakukan tindak kekerasan, polisi harus segera menindak dan mengungkap apa motifnya. Jangan sampai menimbulkan isu yang macam-macam," kata Ketua DPR Marzuki Alie di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/9/2010).
Marzuki meminta agar jangan sampai ada provokasi dalam insiden ini seolah-olah kasus ini menjadi isu agama. Berikut petikan lengkap wawancara dengan Marzuki Alie:
Soal insiden di Bekasi bagaimana, Pak?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangan sampai menjadi isu nantinya, padahal mungkin bukan itu persoalannya. Jangan ada orang yang memprovokasi seolah-olah itu (isu agama) persoalannya. Jadi makanya segera saja bikin izin tempat untuk peribadatan bagi umat HKBP.
Tapi yang kedua, secepatnya tangkap pihak yang melakukan tindak kekerasan, polisi harus segera menindak dan mengungkap apa motifnya. Jangan sampai menimbulkan isu yang macam-macam. Kita tidak mau negara ini rusak karena provokasi orang per orang. Karena kebhinnekaan bukanlah hal untuk ditawar-tawar sudah harga mati bhinneka tunggal ika, berbeda-beda tetap satu tujuan.
Tapi Pemkot Bekasi tak juga menerbitkan izin?
Ya mungkin tempatnya harus ada penyesuaian. Jangan ada kelompok-kelompok. Ya harus menyesuaikan ditentukan di sana itu jemaatnya berapa. Masalah agama itu sangat sensitif, jangan menimbulkan isu yang justru memancing.
Itu bukan di sana Islamisasi, bukan di sini Kristenisasi. Ini sangat tidak baik ya. Ada masjid di lingkungan Kristen, (disebut) Islamisasi. Bangun gereja di lingkungan Islam, Kristenisasi. Ini harus dihindari. Makanya dicari solusi yang terbaiklah. Sehingga setiap umat itu bebas melaksanakan ibadah.
Polisi bilang itu kriminal murni?
Tangkap dulu. Ungkapkan. Kita nggak tahulah (apa maksudnya polisi).
Jadi menurut Bapak apa maksud polisi?
Kita tidak tahu, pokoknya tangkap dulu. Karena kalau banyak analisis jadi tambah ruwet.
Ada imbauan untuk cabut SKB 3 menteri tentang pendirian rumah ibadah?
Kalau memang belum sempurna, disempurnakan. Kalau memang ada kelemahan mari kita
perbaiki tapi usulnya konkretlah. Pada SKB itu usulnya konkret, jangan bilang nggak cocok revisi apa yang direvisi.
Implementasinya gimana selama ini?
Ada yang berjalan baik. Di daerah-daerah itu banyak yang baik.
Ancaman kekerasan pada jemaat sudah 2 bulan, polisi terkesan lambat menangani?
Ya, sabarlah. Menangkap itu tidak seperti ngambil barang yang sudah terlihat. Kejadiannya di mana jangan kita terlalu su'udzonlah. Kalau sudah ada satu bulan tidak ada tindak lanjut baru kita bilang polisi tidak benar.
Kenapa Presiden kurang cepat respons soal ini, berbeda dengan soal isu pembakaran Alquran di AS?
Kan sudah ada polisi yang merupakan kewajiban dia. Kalau luar negeri kan nggak mungkin polisi yang bicara. Dalam negeri otomatis polisi menindak apa pun tindak pidana umum yang dilakukan masyarakat. Jadi nggak perlu SBY yang turun, tidak ada tatanan dan aturannya.
(gus/nrl)











































