Pemindahan ibukota dimaksudkan untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Terbaru, ada yang usul ibukota dipindah ke Kalimantan.
Pemindahan ibukota ini juga didukung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SBY mengatakan, pemindahan ibukota merupakan salah satu opsi untuk mengatasi kemacetan yang makin menggila di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wacana pemindahan ibukota, DPRD DKI Jakarta sikapnya seperti apa?
Menurut saya, wacana memindahkan ibukota mengada-ada dan pemborosan. Karena, untuk membangun ibukota baru perlu dana ratusan triliun.
Sebenarnya, dana itu bisa dialihkan. Apa sih yang menjadi alasan ibukota mau dipindah? Kan karena macet. Kenapa tidak dana ratusan triliun tersebut digunakan untuk mengalihkan kemacetan di Jakarta.
Saya melihat, wacana itu kontraproduktif dengan usaha pemerintah yang sering mengatakan masyarakat jangan boros. Tetapi, pemerintah sendiri yang boros dalam hal ini maksud saya pemerintah pusat, termasuk pembangunan gedung baru DPR.
Tetapi contohnya di beberapa negara, pemindahan ibukota banyak yang sukses?
Iya, yang memindahkan ibukota kemudian sukses memang ada. Tetapi, jangan dilupakan banyak juga negara yang mempertahankan ibukotanya daripada memindahkan atau membuat ibukota baru.
Tokyo, London, Paris itu adalah contoh-contoh ibukota yang dipertahankan dan ternyata itu sukses.
Alasan lain Dewan tidak sepakat?
Ada jaminan tidak di ibukota yang baru tidak akan timbul permasalahan, katakanlah macet. Jangan sampai terjadi pemborosan. Ibukota dipindahkan dari Jakarta karena macet, tetapi nanti di ibukota yang baru juga demikian. Harusnya, kita benahi dulu apa yang menjadi akar permasalahan di ibukota saat ini.
Saya setuju ibukota dipindah tetapi tidak dalam waktu dekat ini. Paling tidak, 10 atau 20 tahun ke depan setelah semua permasalahan di Jakarta sudah diatasi. Jadi terkesan tidak meninggalkan PR atau lari dari masalah.
(aan/nrl)











































