"Kapolri harus bicara langsung dan terbuka kepada publik. Kalau tidak, artinya dia sembunyi dari publik dan karenanya bisa dicap pengecut," kata Prof Tjipta Lesmana pada detikcom, Senin (16/8/2010).
Berikut petikan wawancara dengan pengamat komunikasi politik dari UI itu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut saya ada misteri besar, tidak ada seorang pun yang tahu selain BHD (Kapolri Bambang Hendarso Danuri -red) dan Tuhan YME. Ada apa dengan Kapolri? Mengapa dia menghilang, sempat dikatakan sakit tapi dibantah. Pasti ada sesuatu.
Sesuatu yang besar?
Ya, pasti ada yang besar. Apakah dia diberhentikan mendadak lalu shock, mentalnya down sehingga tidak mau keluar. Kalau cuma flu, pastilah dia bisa datang di pelantikan lima perwira Jumat pekan lalu. Kan acara pelantikan paling lama 20-30 menit.
Soal kabar sakit yang masih tidak jelas itu?
Polri harus memberi penjelasan yang sejelas-jelasnya. Tidak boleh tertutup. Kalau tertutup, yang rusak integritas Polri dan Kapolri sendiri.
Penyampai penjelasan ini Kapolri langsung atau lembaga Mabes Polri?
Harus langsung Kapolri. Sebab penjelasan anak buahnya berbeda satu sama lain, jadi tambah bingung. Irwasum Komjen Nanan Soekarna kemarin katakan Kapolri tidak bisa hadiri acara di Istana sebab harus berdiri, kalau nggak bisa berdiri kan sakitnya serius. Tapi ada yang bilang hanya perlu istirahat. Jadi mana yang benar?
Harus BHD langsung yang berbicara ke publik?
Β
Kapolri harus bicara langsung dan terbuka kepada publik. Kalau tidak, artinya dia sembunyi dari publik dan karenanya bisa dicap pengecut. Kapolri harus bicara langsung apa yang sebenarnya terjadi sejak Jumat lalu.
(lh/nrl)











































