Berikut wawancara detikcom dengan putri sulung Susno, Indira Tantri Maharani, Selasa (18/5/2010).
Kegiatan keluarga bagaimana?
Saya dan adik untuk sementara tinggal bareng Mama. Kasihan nggak ada yang temenin. Memang terlihat ada yang hilang. Dulu, kalau kita kangen Papa, datang kapan saja. Bisa SMS, BlackBerry Messenger (BBM), telepon. Dulu nggak ketemu tiap hari serasa deket. Sekarang walaupun ketemu tiap hari berasa jauh.
Kesehatan keluarga bagaimana?
Mama alhamdulillah baik, kita juga baik. Kalau Papa sehat, di sana jadi lebih teratur hidupnya. Pagi olahraga jogging dan tenis, makan juga nggak banyak. Lalu ibadah dan istirahat.Β
Kalau lagi jogging, Papa kasihan sama yang ikutin dari belakang. Makanya ganti tenis.
Kita melihat Papa lebih kurus, perutnya kempesan. Kalau beratnya turun apa nggak kita nggak tahu karena di sana nggak ada timbangan.
Pak Susno suka kangen cucunya?
Ya kakeknya yang kangen. Kan cucunya ada dua, laki-laki semua, umur 1 tahun 8 bulan bernama Almer dan umur 1 tahun 3 bulan bernama Deas. Pernah diajak ke Rutan Mako Brimob kalau pas lagi nggak tidur. Papa terlihat senang, ya akunya saja yang lihat kasihan.
Ada ancaman-ancaman nggak?
Nggak ada. Ada gosip doang, rumah mau digeledah untuk cari barang bukti. Tapi nggak ada penggeledehan itu, mungkin karena sudah ketahuan kita.
Keluarga cari dukungan ke mana saja?
Kita nggak cari dukungan, Papa juga bilang yang penting berdoa. Sekarang ini yang ada hanya arogansi kekuasaan.
Sudah ada balasan surat dari Ibu Ani?
Kalau dibalasnya belum. Kita kemarin dikasih tahu, caranya bukan kita tulis, mereka balas. Alhamdulillah sudah dibaca Pak SBY dan Bu Ani tapi kita belum tahu apa tanggapan mereka.
Kita tahu Presiden nggak mungkin intervensi hukum. Papa sudah mengajukan praperadilan. Kita inginnya SBY dan Ibu Ani memperhatikan prosesnya, kita tidak ingin Ibu Ani intervensi. Jalannya diperhatikan, jangan sampai Polri ikut intervensi.
Hukum kalau dijalankan lurus ya lurus, yang kita khawatirkan proses praperadilan. Biasanya dari diajuin seminggu, sudah jalan sidangnya. Sekarang sudah mau dua minggu belum juga, ini ada apa?
Pesan untuk Kapolri?
Semoga dibukakan hati nuraninya, dibuka matanya. Lihatlah sekarang rakyat sedang menyoroti Polri. Kita pesimistis sama Kapolri apa yang diomongin sama tindakannya nggak sama. Kekuasaan di atas segalanya. Mau gimana lagi.
Rencana perjuangan selanjutnya?
Ya kita kalau masalah hukum serahkan ke pengacara.
(nik/nrl)











































