"Namanya juga partai politik," jawab Suryadharma Ali saat ditanya apakah ada lobi-lobi politik para pimpinan parpol menjelang keputusan Pansus Angket Century di Istana Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (18/2/2010).
Berikut wawancara dengan Suryadharma Ali yang juga menjabat sebagai Menteri Agama tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau pandangan akhir belum karena kita kan sedang kumpulkan data-data terakhir, temuan-temuan terakhir. Nanti temuan-temuan itu para anggota Pansus dari PPP sampaikan ke fraksi, DPP tentang temuan-temuan mereka itu.
Lalu dirumuskanlah pendapat akhir dari PPP yang di Pansus itu. Dan pandangan itu kan pandangan resmi dari partai hanya perlu pembahasan yang materinya nanti disampaikan pada anggota Pansus.
PPP sendiri menilai siapa yang salah?
Ini nanti saya belum bisa bicarakan, kan bisa dilihat pandangan PPP kemarin seperti apa.
Pak kenapa pertemuan kemarin yang di Widya Chandra pindah ke Shabu restoran?
Saya gak tahu, saya kemarin rapat Kesra.
Sikap PPP apakah akan berubah?
Semua masih serba mungkin
Ada tekanan dari Demokrat?
Tidak ada. Jadi semua masih serba mungkin karena adanya temuan-temuan baru Ini kan berkembang terus. Sebenarnya begini, pendapat awal itu tidak lazim, saya tidak setuju waktu itu ada pendapat awal karena penyelidikan masih berjalan. Nah, apabila ada temuan-temuan baru itu mungkin saja kan pendapat awal jadi berubah. Ketika pendapat awal itu berubah, nanti ada prasangka macam-macam.
Bukannya makin menguatkan Pak?
Kan begini, ada temuan yg menguatkan, ada temuan yang melemahkan. Kalau temuan yang melemahkan berarti kan kita harus mengubah pandangan awal. Tapi kalau temuan yang menguatkan ya tidak ada masalah.
Jadi perubahan itu bisa terjadi karena ada lobi-lobi?
Iya
Ada lobi-lobi Pak?
Gini ya, lobi itu sesuatu yang lumrah, cuma salahnya kita memaknai lobi itu negatif. Lobi itu kan dalam bentuk komunikasi. Komunikasi itu wajib.
(anw/Rez)











































