Thamrin Amal Tomagola: SBY Sebaiknya Ikut Aksi 9 Desember

Thamrin Amal Tomagola: SBY Sebaiknya Ikut Aksi 9 Desember

- detikNews
Senin, 07 Des 2009 12:40 WIB
Thamrin Amal Tomagola: SBY Sebaiknya Ikut Aksi 9 Desember
Jakarta - SBY sebaiknya tidak perlu mengkhawatirkan aksi Gerakan Indonesia Bersih (GIB) yang akan digelar pada 9 Desember 2009 untuk merayakan hari antikorupsi. Bahkan sangat baik jika ia bergabung dalam aksi itu.

"Kalau bisa SBY datang, orasi dan mengungkapkan apa yang akan dilakukan untuk memberantas korupsi," ujar salah satu koordinator aksi 9 Desember Thamrin Amal Tomagola.

Aksi 9 Desember akan melibatkan tokoh agama juga tokoh nasional. Kekhawatiran Presiden SBY aksi akan menjadi gerakan untuk menjatuhkan dirinya dinilai berlebihan.

Berikut wawancara lengkap detikcom dengan Thamrin Amal Tomagola, Senin (7/12/2009).

Akan seperti apa aksi 9 Desember nanti?

Kan tidak boleh bikin panggung di bundaran HI. Jadi kita mau nyewa truk tronton untuk panggung agar bisa bergerak, kumpul di mana terus jalan ke HI. Acaranya hanya musik, orasi, menyanyikan lagu kebangsaan dan acara kesenian lainnya.

Tujuan utama dari aksi itu apa?

Kita memperingati hari antikorupsi internasional untuk memperbarui tekad dalam memberantas korupsi. Tekad itu harus semakin besar. Dalam program 100 hari SBY harus mampu menyelesaikan tiga hal, yakni penyelesaian kasus dua pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Kedua, soal reposisi di tubuh Polri dan Kejagung. Ketiga, soal penyelesaian kasus Bank Century. Untuk besok, karena dua di antaranya sudah ada perkembangan yang baik, maka dalam aksi nanti kita akan fokus ke penyelesaian kasus Bank Century.

Soal kekhawatiran Presiden SBY bahwa aksi itu bermuatan politis dan bertujuan untuk menjatuhkan dirinya?

Saya kira itu respon yang sangat memprihatinkan.Itu kekhawatiran yang begitu besar dan berlebihan. Dia itu dipilih oleh rakyat, kalau dia terus mengaduh kepada rakyat, rakyat berpikir bisa nggak dia memimpin untuk lima tahun kedepan, ini hanya mencari perhatian. Kedua, kalau ada yang berusaha ke situ (menjatuhkan SBY), seharusnya dia bisa menggerakan aparat intelijen.

Bagaimana jika gerakan bapak yang dikhawatirkan oleh Presiden?

Mungkin karena banyak tokoh nasional, komponen bangsa, mereka juga tidak ingin ada korupsi di Indonesia. Ini momen yang bagus untuk membangun, memperbarui, menguatkan tekad memberantas korupsi.

Bagaimana seharusnya cara Presiden memanfaatkan aksi itu?

Cara memanfaatkannya dia datang. Kalau bisa dia orasi dan mengungkapkan apa yang akan dilakukan, SBY harus bilang ke masyarakat bahwa anggota partai koalisinya mendorong untuk mengungkap kasus Bank Century di DPR. SBY bisa bilang saya berjanji tidak akan mempreteli wewenang KPK. Kalau dia bisa datang itu bagus sekali, itu yang kita harapkan.

Sudah baca soal resume pertemuan di Hotel Dharmawangsa? Bagaimana tanggapan anda?

Ya saya baca itu beredar di internet. Itu fitnah, tidak ada anggota Kompak yang hadir, kita dizalimi. Kita murni ini hanya gerakan antikorupsi dan itu sudah dibantah oleh Fadjroel Rahman.

Kita sudah buat bagaimana nanti dalam aksi itu jangan ada pembakaran, itu kriminal, apalagi bakar ban atau menyusahkan publik itu tidak kita lakukan. Sementara rapat yang lalu diharapkan sekitar 100 ribu massa dari LSM, BEM dan ormas.

Bagaimana jika ada massa tandingan?

Kita usahakan dari keamanan internal, kita tidak mau adu mulut atau bentrok. Tidak akan dilayani, tidak ada kekerasan.
(mpr/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads