Firman Subagyo: Tommy Tak Bisa Slonong Boy

Berebut Ketum Golkar

Firman Subagyo: Tommy Tak Bisa Slonong Boy

- detikNews
Rabu, 19 Agu 2009 16:03 WIB
 Firman Subagyo: Tommy Tak Bisa Slonong Boy
Jakarta - Rencana Tommy Soeharto ikut bersaing merebut kursi ketua umum Partai Golkar (PG) terus menuai pro dan kontra. Kesiapan Tommy ikut bersaing dalam Munas melawan Ical dan Surya Paloh disambut baik pengurus Golkar. Tapi langkah Tommy diperkirakan tidak mudah.

Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo menyatakan, Tommy harus memenuhi syarat-syarat administratif dan politik yang sangat ketat sebagaimana yang diatur dalam AD/ART dan tatib pemilihan untuk bisa melaju sebagai kandidat ketua umum Golkar.

Berikut wawancara detikcom dengan Firman Subagyo melalui telepon, Rabu (19/8/2009).

Tommy Soeharto akan ikut bersaing memperebutkan kursi ketua umum Golkar. Bagaimana tanggapan Bapak?


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baik saja. Itu hak masing-masing kader untuk maju atau tidak. Tetapi semua kan ada aturannya. Tidak bisa slonong boy dan main tabrak. Kalau memang mas Tommy serius, dia harus mempersiapkan syarat-syarat untuk maju sebagai calon ketua umum Golkar.

Apa saja syarat-syarat yang perlu disiapkan Tommy dan timnya?


Kalau menurut AD/ART, kader yang bisa mengajukan diri sebagai calon ketua umum Golkar harus aktif selamaΒ  tahun terakhir baik di DPP atau DPD. Atau aktif di organisasi yang selama ini menyokong Golkar seperti Kosgoro, Soksi dan MKGR.

Syarat kedua, harus memiliki pengalaman berorganisasi, mempunyai track record yang baik dan mempunyai jaringan yang luas. Ini karena Golkar itu bukan partai kecil. Golkar itu partai besar sehingga membutuhkan pemimpin yang sudah berpengalaman.

Yang terakhir harus memiliki penilaian yang sesuai dengan kriteria dan ukuran partai, yang sering disebut sebagai PDLT. P itu prestasi, D itu dedikasi, L itu loyalitas dan T itu tidak tercela.

Itu baru syarat yang ada di AD/ART. Ada lagi syarat yang biasanya diatur dalam tatib pemilihan. Yaitu harus didukung sekurang-kurangnya 30 persen DPD II secara tertulis, baru dia bisa daftar untuk bertarung.

Kalau lihat syarat itu berat juga berarti langkah Tommy?

Ya itu anda yang bilang. Prinsipnya semua kader Golkar yang masih tercacat dan memiliki kartu anggota serta memenuhi syarat yang saya sebutkan di atas, ya dia berhak. Tetapi kalau tidak, ya jangan memaksa. Karena para pengurus DPD sekarang sudah pada pintar.

Apakah bapak melihat majunya Tommy ini main-main, atau punya tujuan lain?

Saya tidak tahu kalau itu. Tanya saja sama mas Tommy. Saya hanya menjelaskan mekanisme dan prosedur yang ada di partai kami.

Atau jangan-jangan majunya Tommy hanya untuk menyaingi Ical yang kabarnya sangat kuat dan memiliki dana besar?

Saya tidak tahu kalau itu. namanya politik mungkin saja. Tapi saya tidak mau menerangkan sesuatu yang masih andai-andai.

Jadi menurut bapak, langkah Tommy akan berat jika ada syarat-syarat itu tidak dipenuhi?


Ini bukan soal berat atau tidak. Ini soal aturan main. Kalau ingin menjadikan Golkar besar dan berwibawa ya harus ada aturan yang jelas. Kecuali mau menjadikan Golkar seperti keranjang sampah. Siapa saja bisa masuk. Tapi kalau ini yang dipakai, ya saya kira umur Golkar tidak akan panjang.

Tapi kan semua tergantung Munas nanti pak?


Iya, tergantung Munas. Tapi kan semua pengurus DPD sudah punya bayangan. Tidak bisa dengan begitu saja berubah haluan. Ya kita lihat saja nanti.
(yid/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads