Β
"Yang penting harus siap kalah dan jangan memancing kerusuhan jika kalah," kata pengamat politik LIPI Lili Romli.
Berikut wawancara detikcom dengan Lili Romli, Selasa (7/7/2009):
Dengan dibolehkannya penggunaan KTP untuk memilih, prediksi Anda pemilu akan berlangsung satu atau dua putaran?
Saya belum bisa menyimpulkan satu atau dua putaran. Karena informasi dari berbagai survei tidak mencantumkan yang tidak terdaftar di DPT itu pendukung capres A atau B. Saya kira warga yang tidak tercantum di DPT bukan monopoli capres tertentu.
Kemarin yang mengajukan usulan adalah capres Megawati dan Jusuf Kalla. Apakah simpatisan pasangan ini banyak yang tidak terdaftar?
Saya belum yakin seperti itu. Tapi saya melihat usaha pasangan ini untuk memperjuangkan warga yang tidak terdaftar di DPT banyak diliput oleh media. Sehingga ini menguntungkan. Usaha mereka bisa saja diapresiasiΒ masyarakat dan swing voter memilih mereka.
Kalau masalah golput sendiri bagaimana?
Tentunya penggunaan KTP untuk memilih ini dapat menurunkan angka golput administratif. Tapi golput politis yang memang benar-benar sadar tentunya akan tetap.
Β
Tapi penggunaan KTP ini harus digunakan sesuai dengan tempat pemilih terdaftar. Hal ini bagaimana?
Restriksi itu memang dibuat MK karena khawatir ada penyalahgunaan KTP. Hal ini disebabkan banyaknya pemegang KTP ganda di Indonesia.
Iran baru saja chaos karena pemilu yang diadakan di negara itu. Bagaimana peluang kekacauan terjadi di Indonesia?
Saya juga mengkhawatirkan hal itu terjadi di sini. Apalagi dengan masalah DPT dan desakan pengunduran jadwal pemilu. Saya minta para elite lewogo dan mematuhi aturan main yang ada meskipun memang ada berbagai kekurangan. Yang penting harus siap kalah dan jangan memancing kerusuhan jika kalah.
(nal/nrl)











































