"Anggaran pertahanan kita masih kurang dan masih jauh dari minimum essensial force. Anggaran yang ada saat ini hanya memenuhi 30 % dari kebutuhan minimum anggaran pertahanan," tutur Ketua Komisi I Theo L Sambuaga saat berbincang dengan detikcom, Selasa (16/6/2009).
Berikut wawancara lengkap detikcom dengan Theo L Sambuaga di Gedung DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan-kecelakaan pesawat yang terjadi itu berarti salah satu sebabnya, dan memang kenyataannya, tidak ada kecelakaan pun kita sudah mengetahui bahwa anggaran pertahanan kita masih kurang danmasih jauh dari minimum essential force.
Memangnya anggaran pertahanan kita belum mencukupi?
Anggaran yang ada saat ini hanya memenuhi 30 % dari kebutuhan minimum anggaran pertahanan. Jadi memang kurang, baik untuk pengadaan alutsista maupun untuk pemeliharaan. Jumlah itu saja katakanlah baru untuk pengadaan dan perawatan alutsista saja, belum termasuk amunisi, pelatihan, dan kesejahteraan prajuritnya. Jadi masih kurang.
Upaya apa yang dilakukan Komisi I untuk menaikkan anggaran pertahanan?
Komisi I sedang memperjuangkan menaikkan anggaran sesuai komitmen kita di sini ditambah Rp 10 Triliun untuk anggaran tahun berikutnya sehingga menjadi Rp 43,5 triliun dengan asumsi itu memenuhi minimum essential force.
Apakah itu mencukupi?
Tentu saja tidak. Pemerintah misalnya, untuk tahun 2009 ini mengusulkan Rp 127 triliun berdasarkan perhitungan mereka. Tetapi yang berhasil dipenuhi hanya Rp 33,5 triliun. Berarti tidak sampai semuanya, dan hanya 30 % kan. Padahal dari jumlah itu 18 % kan untuk gaji itu. Untuk alutsista itu hanya Rp 5 triliun.
(Rez/ndr)











































