Kisah Pembebasan Prita dari Balik Jeruji Besi

Kisah Pembebasan Prita dari Balik Jeruji Besi

- detikNews
Rabu, 03 Jun 2009 18:35 WIB
Kisah Pembebasan Prita dari Balik Jeruji Besi
Jakarta - Prita Mulyasari akhirnya dapat berkumpul kembali dengan keluarganya setelah dibebaskan dari LP Wanita, Tangerang, Banten. Perempuan yang dituduh mencemarkan nama baik RS Omni Internasional itu kini berstatus sebagai tahanan kota.

Pembebasan Prita tidak lepas dari simpati dan dukungan sejumlah pihak, mulai dari para blogger hingga ketiga calon presiden. Dalam hitungan satu jam sejak Kejaksaan mengeluarkan surat penangguhan penahanan, Prita pun dapat meninggalkan LP.

"Surat dari Kejaksaan sendiri hari ini diterima di Lapas pukul 15.30 WIB dan tadi urusan administrasi baru selesai pukul 16.45 WIB," kata Kepala Lapas Wanita Tangerang, Arti Wirastuti, Rabu (3/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut wawancara wartawan dengan Arti yang dilakukan di ruang kerjanya di LP Wanita Tangerang, Jl TMP Taruna, selengkapnya:

Apa alasan perubahan status Prita menjadi tahanan kota?

Sejak 13 Mei pertama kali dia dititipkan Kejaksaan di LP sini keluarga berupaya supaya Prita bisa ditahan di luar dengan alasan dia perlu bertemu keluarga dan anak-anaknya. Tapi upayanya saat itu belum maksimal.

Kemudian hari ini ada Dewan Pers, dan sebelumnya ada Komnas HAM dan juga tadi Komisi III DPR yang datang kemari. Mungkin karena dikawal beliau-beliau, sehingga Prita bisa dialihkan statusnya menjadi tahanan kota.

Surat dari Kejaksaan sendiri hari ini diterima di lapas pukul 15.30 WIB dan tadi urusan administrasi baru selesai pukul 16.45 WIB.

Jadi alasan yang sebenarnya apa?

Kalau dari Kejaksaan sendiri dari suratnya dituliskan bahwa alasan kemanusiaan karena Prita masih mempunyai dua orang anak kecil. Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa yang bersangkutan tidak akan menghilangkan barang bukti dan tidak akan melarikan diri.

Berarti ini yang dikabulkan permohonan keluarga, bukan Komnas HAM atau karena kedatangan Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri)?


Memang keluarga sejak awal sudah mengajukan permohonan pengajuan penahanan ke PN Tangerang, tapi ternyata dikabulkan hari ini berupa pengalihan status dari tahanan rutan menjadi tahanan kota.

Ada hubungannya dengan kedatangan Mega atau SBY pernah menelepon Lapas?

Kalau ke Lapas Pak SBY tidak pernah ada telepon. Terus kalau masalah politik seperti itu saya tidak mau terlibat, karena tidak begitu mengerti. Jadi yang saya tahu alasannya kemanusiaan, tapi mungkin hal-hal itu tadi berkaitan, saya tidak tahu.

(irw/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads