Panglima TNI Bukan Tak Percaya pada Anggota Tapi pada Seniornya

Panglima TNI Bukan Tak Percaya pada Anggota Tapi pada Seniornya

- detikNews
Rabu, 27 Mei 2009 11:59 WIB
Panglima TNI Bukan Tak Percaya pada Anggota Tapi pada Seniornya
Jakarta - Instruksi Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso untuk mengandangkan seluruh anggota TNI dua hari sebelum Pilpres tidak akan efektif menjaga netralitas TNI. Genderang perang Pilpres sudah dimulai saat ini.

Berikut petikan wawancara detikcom dengan pengamat militer dari LIPI Jaleswari Pramodhawardani, Rabu (27/5/2009).

Bagaimana tanggapan Anda tentang instruksi Panglima TNI yang mengasramakan seluruh anggota TNI selama 2 hari sebelum Pilpres untuk menjaga netralitas?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini respons positif Panglima TNI terhadap kekhawatiran publik karena adanya purnawirawan jenderal TNI yang ikut berpartisipasi dalam Pilpres. Padahal doktrin dari TNI sudah jelas harus netral, walaupun ada ketergodaan dari anggota TNI. Panglima bukan tidak percaya pada TNI, tapi pada seniornya. Padahal sejak TNI sudah menjadi purnawirawan, garis teritorial sudah terputus.

Bukannya TNI mem-back up Polri dalam Pilpres untuk mengamankan negara?

Saya pikir justru tidak usah. Saya melihat pemilu kali ini jauh lebih dewasa pada pemilu lalu yang banyak kejadian. Rakyat sekarang sudah dewasa dalam demokrasi.

Instruksi itu bisa berjalan efektif?

Pengaruhnya tidak signifikan. Kenapa hanya 2 hari? Kenapa tidak jauh-jauh hari saja, kalau kita mau ekstrem. Penggalangan massa kan bisa dilakukan jauh-jauh hari. Apalagi proses Pilpres mulai dari sekarang.

Berapa hari waktu yang efektif?

Saya tidak bilang lebih dua hari lebih efektif. Okelah kalau Panglima memutuskan untuk itu saya oke-oke saja. Itu membuktikan ke publik bahwa TNI serius untuk meredam kekhawatiran publik dan menjaga netralitasnya.

Saat Pileg lalu, TNI juga pernah mengandangkan anggotanya. Tapi hal ini tidak dipublikasikan?


Semalam saya juga ngobrol dengan para tim sukses ketiga pasangan capres dan cawapres. Mereka bahkan nggak ngerti ada instruksi itu.
(nik/nrl)


Berita Terkait