PDIP dan Golkar Jalan Sendiri-sendiri, SBY Tak Tertandingi

PDIP dan Golkar Jalan Sendiri-sendiri, SBY Tak Tertandingi

- detikNews
Kamis, 30 Apr 2009 11:35 WIB
PDIP dan Golkar Jalan Sendiri-sendiri, SBY Tak Tertandingi
Jakarta - Sejak pisah ranjang dengan Partai Demokrat (PD), Golkar telihat intim dengan PIDP. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda keduanya akan meresmikan hubungan tersebut dalam sebuah koalisi di pilpres putaran pertama.

Jika kedua belah pihak masih tetap dengan egonya masing-masing untuk jalan sendiri-sendiri, bisa dipastikan mereka tidak bakal berkutik menghadapi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kekuatan koalisi yang dibangun SBY terlalu kuat untuk dihadapi keduanya secara terpisah.

"Kalau PDIP dan Golkar gabung, SBY masih tetap unggul, tapi mereka masih ada harapan. Kalau pisah, habis harapannya," ujar pengamat politik Universitas Indonsia (UI) Maswadi Rauf saat dihubungi detikcom, Kamis (30/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut wawancara detikcom dengan Maswadi:

Bagaimana kans PDIP dan Golkar menandingi SBY?

Kemenangan di pilpres tergantung koalisi, apakah cukup solid dan kuat ataukah hanya kecil-kecil. Kalau SBY bisa mengumpulkan PKS, PKB, PAN, itu berarti koalisi SBY cukup kuat. Apalagi kalau PPP bergabung. Koalisi SBY akan lebih kuat. Sangat sulit untuk dilawan bila PDIP dan Golkar pecah.

Artinya PDIP dan Golkar harus gabung?

Kalau PDIP dan Golkar tidak gabung pasti bisa dikalahkan SBY. Kemungkinan mereka menang ditentukan apabila PDIP bisa gabung dengan Golkar dan didukung Gerindra. Kalau bisa ditambah PPP. Gerindra, Hanura, PPP bergabung dengan Golkar dan PDIP, pertarungan akan agak seimbang.

Dengan demikian nantinya ada 2 koalisi yang masing-masing mengusung 1 pasangan calon. Akan ada 2 pasangan. Saya pikir akan agak berimbang. Tapi kalau masing-masing PDIP dan Golkar pisah akan sulit karena SBY terlalu kuat.

Berarti 1 putaran dong?

Iya, malah lebih enak, lebih murah. Yang menang akan jadi pemerintah, yang kalah jadi oposisi.

Tingkat legitimasinya?

Sama saja 1 atau 2 putaran.

Apa kekuatan gabungan PDIP-Golkar?

Yang paling penting dari segi mesin partai, ditambah dukungan massa masing-masing. Dulu kan Wiranto didukung Golkar tapi mesin partainya nggak solid sehingga kalah. Karena Wiranto bukan apa-apa di Golkar, jadi orang Golkar agak enggan, setengah hati. Tapi kalau nanti semua partai bisa mengerahkan potensi maksimal, akan terjadi persaingan yang cukup seimbang.

Permasalahannya, harus hanya ada 1 capres dalam koalisi. Keuntungan SBY adalah capresnya sudah jelas, tinggal cari cawapres. Sedangkan koalisi PDIP-Golkar yang masih di dalam angan-angan ini belum jelas betul siapa yang jadi capres dan cawpres. Ini bisa jadi penghalang. Kalau capres dan cawapres belum pasti koalisi tidak akan terbentuk.

Kalau Golkar dan PDIP gabung, peluang menandingi SBY seberapa?

Kalau PDIP dan Golkar gabung, SBY masih tetap unggul, tapi mereka masih ada harapan. Kalau pisah, habis harapannya.

Kalau PDIP dan Golkar tetap pisah?

Golkar akan kesulitan cari teman. Memang masih ada partai-partai kecil, tapi mereka susah dikonsolidir. Mereka pasti akan jual mahal karena suara mereka menentukan. Ada yang dapat 1,7 persen, 1,5 persen, dan lain-lain. Kalau dijumlahkan bisa juga mencukupi untuk menambah suara untuk syarat dukungan.

Jadi sekarang ini partai kecil dan menengah ikut menentukan. 4 Partai menengah, yaitu PAN, PKS, PKB, dan PPP, mutlak diperlukan. Kalau itu bisa dirangkul SBY, dia pasti menang. PAN, PKS, dan PKB kan condong ke SBY. Sekarang tinggal PPP. Kalau bisa merangkul PPP, SBY aman.

(sho/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads