"Dari Partai Demokratnya nggak terlalu mau, kesannya jual mahal," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Andrinov Chaniago dalam percakapan dengan detikcom, Selasa (21/4/2009).
Berikut wawancara detikcom dengan Andrinov:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih ada kans, kemungkinan masih ada, tergantung proses masing-masing pihak dalam satu minggu ini, terutama sisi Golkar-nya. Dari Partai Demokratnya nggak terlalu mau, kesannya jual mahal.
Ada kesan koalisi-koalisi Partai saat ini tidak secepat tahun 2004 lalu?
Pencalonan waktu itu seperti diisyaratkan dalam undang-undang hanya 15 persen, beda dengan sekarang.
Masing-masing pilihan (koalisi) juga ada kelemahan dan kelebihan, kalau di Golkar dari sisi kekuatan koalisi tidak besar. Problemnnya di Golkar terlalu banyak mencampuri. SBY juga ingin berkoalisi dengan cara-cara yang ingin dilanjutkan, harus ada yang diubah dari koalisi sekarang.
Partai menengah rata-rata berharap bisa koalisi dengan PD. Ada kesan PD mengulur-ulur penentuan koalisi, supaya konsolidasi partai lain lemah?
Memang saatnya belum mengambil keputusan dan mengerucutkan. Partai Demokrat seperti itu karena dia di atas angin.
Partai menengah seperti PPP, PAN, PKB berharap bisa koalisi dengan PD. Kayak semua menggerubuti gula?
Β
Kalau itu memang menunjukkan perilaku partai politik di Indonesia yang tidak siap menjadi oposisi. Sebetulnya partai yang bisa disebut oposisi hanya PDIP dan Gerindra. Ada yang terpaksa jadi oposisi. PDIP itu terpaksa, buktinya tetap berusaha bagaimana caranya ada temannya, dan berusaha punya capres dan cawapres. Gerindra sebenarnya layak, secara finansial juga tidak ada habisnya, nggak perlu ikut-ikutan partai berkuasa.
Kondisi politik kekinian, pasangan calon yang muncul kira-kira berapa?
Kemungkinan ada 3 pasangan calon yang akan maju. (gun/iy)











































