Ketua Pansel KPU: Jangan Bilang Kualitas KPU Sekarang Lebih Jelek

Ketua Pansel KPU: Jangan Bilang Kualitas KPU Sekarang Lebih Jelek

- detikNews
Jumat, 20 Mar 2009 15:33 WIB
Ketua Pansel KPU: Jangan Bilang Kualitas KPU Sekarang Lebih Jelek
Jakarta - Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) di bawah pimpinan Abdul Hafiz Anshary banyak menuai kritik. Mulai dari daftar pemilih tetap (DPT) yang dinilai banyak manipulatif hingga persiapan-persiapan lain. Intinya, KPU dinilai tidak siap menggelar Pemilu 2009.

Hingga Prabowo Subianto, capres yang diusung Partai Gerindra mewacanakan untuk menunda Pemilu. Usulan itu diamini oleh tiga partai yakni PPP, PDIP dan PKB. Bahkan ketiga partai yang notabene memiliki pendukung yang cukup signifikan ini berniat mengajak parpol-parpol lain untuk ikut bersama mereka.

Bagaimana tanggapan Ketua Pansel Anggota KPU Pemilu 2009 Ridwan Natsir atas kritikan-kritikan itu? "Kalau dinilai tidak berkualitas, itu ukurannya apa?" protes Rektor IAIN Surabaya itu saat berbincang dengan detikcom, Jumat (20/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut wawancara detikcom dengan Ridwan Natsir:

Banyak kritikan untuk KPU terkait DPT dan sosialisasi yang kurang efektif. Bagaimana tanggapan anda?


Menurut saya, tugas-tugas KPU kan memang belum selesai. Tunggu dulu dong hasilnya bagaimana.

Tapi, bukankah dengan banyaknya masalah sudah bisa dianalis kinerja KPU?


Itu sangat subyektif. Kalau melihat masalah itu, harus dari segala sudut pandang. Masalah yang timbul itu ada banyak faktor penyebabnya, mungkin waktunya yang mepet, banyaknya parpol dan sebagainya. Jadi tidak mutlak kinerja yang lemah dari KPU.

Kalau menurut Anda sepagai Ketua Pansel, bagaimana kualitas anggota KPU saat ini?


Kami memilih yang terbaik di antara yang ikut. Kami sudah memilih dengan transparan dan sesuai dengan standar kami. Kami kan bukan orang politik, kami orang akademisi dan administratif. Kami nggak punya kepentingan.

Memang dulu yang ikut seleksi berapa?


Dulu yang ikut 575 orang kemudian disaring menjadi 45 orang dan jadi 21 orang. Mereka sudah lolos tes mulai dari administrasi dan sebagainya. Lalu 21 nama itu kita serahkan, yang milih jadi 7 ya DPR.

Bagaimana menurut Anda ketujuh yang terpilih itu?


Itu pilihan yang terbaik. Jangan bilang kualitas lebih jelek dari anggota KPU yang sebelumnya dong. Memang ukurannya itu apa? Yang dulu itu malah banyak yang masuk penjara. Jadi ukurannya apa.

Menurut Anda, kinerja KPU bagaimana?


Saya kira KPU sudah jalan sesuai aturan. Mereka cukup hati-hati dalam menjalankan tahapan-tahapan Pemilu. Kita tunggu dulu, jangan menilai terlalu dini.

(ken/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini