"Besok atau lusa rencananya saya akan panggil semua airlines. Ini untuk membicarakan komitmen daripada operator dalam melaksanakan standar yang ada," kata Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan yang baru, Herry Bakti kepada detikcom, Selasa (10/3/2009).
Berikut petikan wawancara detikcom dengan Herry:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kita intinya semua itu harus dikembalikan kepada aturan yang berlaku. Seluruhnya baik dari operator penerbangan bandara, ATS itu harus mengikuti standar yang berlaku. Jadi harus dipatuhi kalau nggak, ada sanksi.
Sebagai dirjen yang baru, komitmen bapak ke depan bagaimana untuk mengurangi tingkat kecelakaan pesawat?
Saya sedang evaluasi. Mungkin setelah saya dapat laporan komplet, harus ada sanksi yang benar sesuai pelanggarannya. Kita fair dan terbuka saja. Kecelakaan tidak diharapkan semua orang.
Rencana Bapak?
Besok atau lusa rencananya saya akan panggil semua airlines. Ini untuk membicarakan komitmen daripada operator dalam melaksanakan standar yang ada. Kita harus komit ke depan. Bahwa kita ini regulasinya agak ketat. Kita harus komit.
Secara resmi memang belum (panggil maskapai). Tapi staf sudah menyiapkannya. Untuk kasus Lion Air sedang dievaluasi. Saya harap sore nanti kita sudah putuskan Lion Air tipe ini akan di-grounded. Karena kan ini sudah dua kali di Batam juga pesawat tipe ini.
Untuk kasus Lion Air bagaimana Pak?
Sekarang posisinya sudah ditarik ke runway. Saya harapkan 1 jam lagi sudah bisa selesai. Siang ini sudah bisa dibuka (jadwal penerbangan). Saat ini sedang dalam proses pengaturan dan pemindahan roda belakang. Jika dalam 1-2 jam masih belum selesai, keputusan terakhir, pesawat Lion Air tersebut akan dipotong-potong untuk melancarkan jadwal penerbangan maskapai.
"Sekarang sudah diatur memindahkan posisi dolly (roda belakang) baru akan ditarik. Alternatif lain kalau nggak bisa juga ya, dipotong-dipotong. Tapi sudah siap kok ini (roda belakang). (gus/iy)










































