Dalam iklan tersebut, Gerindra juga kembali mengusung tema besar kecintaannya terhadap Indonesia dan segala produk dalam negeri yang dihasilkan. Apa hubungannya Obama dengan Gerindra? Apakah ini cuma sekadar langkah pragmatis untuk mendompleng popularitas Obama?
Berikut wawancara detikcom dengan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Lipi) Lili Romli, Kamis (5/3/2009):
Apakah langkah Gerindra mencatut nama Obama di iklan terbarunya efektif?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bedanya seperti apa?
Masyarakat kita tidak semuanya mengikuti perkembangan Obama. Apalagi masyarakat kita didominasi oleh masyarakat rural/pedesaan. Sedangkan Amerika masyarakatnya moderen. Orang desa tidak begitu tahu tentang Obama. Dan masyarakat kota juga belum tentu banyak yang respek kepada Obama.
Berarti Gerindra hanya mendompleng nama besar Obama saja?
Iya. Mereka sedang mencoba peruntungan, siapa tahu banyak juga pendukung Obama di Indonesia.
Bisa juga disebut mengekor?
Ini juga bisa disebut mengekor dan tidak punya kepribadian sendiri. Tapi kalau itu dianggap sebagai sebuah usaha ya harus kita hormati. Tapi apakah masyarakat paham dengan itu. Menganalogikannya terlalu jauh. Masyarakat kita butuhnya yang riil-riil, itu terlampau jauh mencernanya.
Sebenarnya apakah gagasan yang diusung oleh Gerindra ada kemiripan dengan gagasan Obama?
Beda jauh. Artinya, kebijakan Obama selama ini berkaitan dengan perdamaian, perjuangan HAM. Nah apakah Gerindra juga seperti itu. Kalau Gerindra mengatakan berjuang untuk para petani, nelayan, rakyat miskin, ini sebenarnya bagian kecil dari perjuangan Obama saja.
Apakah pencatutan seperti ini harus seizin Obama?
Seharusnya memang harus dikonfirmasi dulu dan harus izin. Nanti kalau tidak malah bisa digugat oleh timnya Obama. Apalagi kalau nanti pencatutan nama Obama ini bisa merusak citra Obama dan merugikan dia.
Gerindra mencatut Obama karena dianggap sebagai tokoh yang inspiratif?
Kalau memang tujuannya untuk spirit saya setuju saja. Tapi kalau mencatut nama, itu apakah sudah sepengetahuan Obama. Ini mirip dengan PKS yang mengeluarkan iklan dengan membawa nama Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan akhirnya orang Muhammadiyah protes. (anw/nrl)











































