Direktur Akbar Tandjung Institute M Alfan Alfian menilai, meski menjabat Ketua Umum Golkar, JK dirasa sulit menolak desakan dari hampir seluruh DPD Partai Golkar yang ada. "Saya kira yang terbaik adalah beliau (JK) harus tampil sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang dapat membawa wibawa partai," kata Alfan saat berbincang dengan detikcom, Kamis (19/2/2009).
Berikut ini petikan wawancara detikcom dengan pengamat politik yang juga akademisi Universitas Nasional (Unas) tersebut:
Bagaimana cara JK menjaga wibawa partai?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa yang akan terjadi jika JK tak segera bersikap?
Beliau kan posisi sekarang ini Wakil Presiden, kalau tidak segera bersikap, tapi di internal Partai Golkar terus menyatakan akan mengusung capres sendiri, ini nanti akan mengganggu hubungan dengan SBY. Padahal kan mereka masih harus memegang pemerintahan yang tersisa.
Selama ini Partai Golkar seakan akan berada di bawah bayang-bayang JK sebagai Wakil Presiden dan JK di bawah bayang-bayang SBY. Golkar harus keluar dari kungkungan ini.
Kalau Golkar usung capres sendiri, apakah berpeluang menang?
Golkar itu berpeluang mencalonkan pemimpin alternatif selain SBY vs Megawati. Kemungkinan dia bisa jadi kuda hitam dalam Pemilu 2009.
Bagaimana kans JK untuk lolos dari penjaringan capres Partai Golkar?
Kans JK besar juga, sama dengan calon-calon lain seperti Sultan, Akbar Tandjung, dan Agung Laksono. Tapi sebagai Ketua Umum, saya kira kans JK lebih besar.
Bagaimana jika JK dijagokan?
Kalau nantinya penjaringan capres Partai Golkar menempatkan JK sebagai capres, JK seharusnya tidak menolak atau bahkan malah lari ke partai lain.
Apakah JK akan laku dan berhasil mengalahkan SBY?
Itu urusan lain, yang penting Partai Golkar punya calon pemimpin alternatif selain SBY vs Megawati. Itu akan menunjukkan kebesaran Partai Golkar. Saya kira JK punya kans yang besar, jangan pesimis dulu. Tapi menang atau kalau itu urusan nanti. Sebuah Partai Golkar harus siap menang dan kalah.
(ken/nrl)











































