Permadi: Prabowo Soekarno Kecil

Permadi: Prabowo Soekarno Kecil

- detikNews
Jumat, 30 Jan 2009 11:10 WIB
Permadi: Prabowo Soekarno Kecil
Jakarta - Permadi mundur dari DPR dan PDIP sejak 22 Januari 2009. Pria yang hobi mengenakan pakaian serba hitam ini menjabat Dewan Pembina Partai Gerindra per 3 Januari 2009.

Permadi mengutarakan sejumlah alasan kenapa dirinya mundur menjadi anggota Dewan. Salah satunya, pria yang dikenal sebagai paranormal ini mengaku kecewa atas kinerja DPR yang anggotanya suka membolos.

Berikut petikan wawancara detikcom dengan Permadi, Jumat (30/1/2009):

Apa benar Bapak mundur dari DPR?


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ya benar. Saya mundur dari DPR.

Alasan mengundurkan diri?


Garis besarnya antara lain masalah pimpinan DPR. Pimpinan kan ada 4 orang. Satu PAW, satu sakit, satu repot dengan perpecahan partai dan satu sibuk memenuhi undangan ke luar negeri. Bagaimana bisa memperhatikan anggota. Saya minta diperbaiki tetapi fraksi ternyata menikmati.

Alasan lain, rapat paripurna yang kerap kosong dan tidak memenuhi syarat alias banyak anggota yang bolos. Peraturan Perundangan tidak sah sebenarnya. Pansus dan Panja juga sama yang datang 10-20 anggota, pembahasannya bertele-tele. Komisi sama saja.

Saya tidak bisa menerima UU yang tidak memperhatikan rakyat, dipaksakan UU Antipornografi, BHP, Pemilu, Kepartaian, semua itu kepentingan partai dan bukan rakyat. DPR gagal menyederhanakan partai.

Apa keluhan itu sudah disampaikan?


Sering. Saya sering kemukakan di paripurna. Saya sering bilang bubar saja DPR.

Jadi kapan resmi mudur dari DPR?


Tanggal 22 Januari.

Kok masih ngantor?


Tidak. Saya ini sedang bebenah. Terakhir hari ini.

Ada perpisahan dengan teman-teman di DPR?


Nggak usah.

Apa penguduran diri sudah disampaikan ke Megawati?


Sudah. Lewat Pram (Sekjen PDIP Pramono Anung).

Apa komentar Mega?


Saya tidak peduli. Saya belum bertemu. Maaf saya tidak mau berkomentar soal ini.

Bapak bergabung ke Gerindra, apa alasannya?


Saya rasa Prabowo sudah menjadi Soekarno Kecil. Konsep pembangunan, kenegarawanannya sama dengan Bung Karno. Saya merasa mendapat tempat yang tepat.

Apa jabatan Bapak?


Saya ditempatkan di Dewan Pembina Partai Gerindra. Saya nggak akan nyaleg. DPR yang akan datang lebih parah.

Jadi siap menggusung Prabowo sebagai capres?


Belum sampai ke sana pembicaraannya. Mungkin tanggal 3 Februari sudah berkantor di sana. (aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads