Muchdi yang saat itu, Rabu (7/1/2008) malam, baru seminggu divonis bebas duduk di pojok ruangan restoran. Ia mengawasi keadaan sekitarnya. Sejumlah pelayan tampak berbisik satu sama lain melihat ke arah Muchdi. Tapi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak peduli. Ia tenang-tenang saja.
Tidak selang berapa lama, perwakilan dari Partai Damai Sejahtera (PDS) datang menghampiri tempat duduk Muchdi. Ketua DPW PDS Jateng Budi Tjahyo Prawiro merupakan perwakilan PDS yang diutus untuk menemui Muchdi. Budi sebenarnya adalah teman dekat dari Muchdi. Saat bertemu Muchdi, Budi langsung mengucapkan selamat atas vonis bebas yang diterima temannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sela pertemuan yang hangat dan penuh humor antar 2 teman dekat inilah, detikcom mewawancarai dengan Muchdi Pr. Berikut wawancara Ronald Tanamas dari detikcom dengan Muchdi:
Pengadilan membebaskan anda. Dalam kasus pembunuhan Munir, sebenarnya posisi anda seperti apa? Apakah benar anda yang memerintahkan pembunuhan Munir ?
(Muchdi diam sejenak dan lantas menatap wartawan detikcom)
Siapa yang membunuh? Untuk masalah itu saya tidak mau mengomentari kembali. Saat ini di zaman reformasi di mana hukum sudah berjalan dengan semestinya dan sudah sesuai dengan prosedur sudah sepantasnya dipatuhi oleh segala lapisan masyarakat.
Bagaimana dengan anggapan anda merupakan dalang di balik pembunuhan Munir?
Saya tidak mau menjawabnya. Saya hanya mau menjawab kalau saya saat ini menguasai 2 bela diri. Untuk apa saya harus membunuh Munir dengan tangan orang lain, saya sendiri kalau mau juga bisa (membunuh Munir). Saya menguasai bela diri karate dan pencak silat Merpati Putih.
Yang jelas saat ini banyak kelompok yang memanfaatkan segala sesuatunya untuk kepentingan pribadi.
Meski anda bebas, sebagian orang dan kelompok tetap menganggap anda terlibat pembunuhan Munir. Bagaimana sikap anda?
Biarkan saja, orang mau berkata tentang apapun. Apakah mereka sendiri bekerja dan membuat statement di media bukan karena pesanan dari kelompok tertentu? Apakah mereka yang bicara itu sudah berbakti kepada negara?
Setahu saya mereka berani bicara seperti itu karena dibayar. Saya sudah mengetahui siapa dan apa maksud dari semua ini. Nabi saja yang sudah dijamin keselamatannya oleh sang pencipta masih diberikan cobaan berupa fitnah apalagi saya yang hanya manusia biasa saja.
Mantan Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir Marsudi Hanafi menyesalkan anda bebas. Ia menyatakan hakim terlalu kaku sehingga tidak kreatif dalam kasus anda. Menurutnya orang awam pun akan tertawa dengan pengakuan saksi BIN yang mengatakan penyidik polisi melakukan tekanan.
Siapa yang mengatakannya? Coba anda cek sendiri bagaimana dengan track recordnya di kepolisian apakah sudah benar. Saya kira semua orang juga tahu bagaimana kinerja dia. Kalau dia bersih tentu karirnya di reskrim polri akan langgeng.
Bagaimana dengan status anda selama ini menjadi terdakwa pembunuhan Munir, apakah mengganggu program Gerindra di mana anda duduk sebagai wakil ketua umum?
Untuk masalah partai sudah ada programnya yaitu memenuhi kebutuhan inti dari masyarakat. Hampir sebagian besar masyarakat di Indonesia adalah petani, nelayan dan buruh.
Saat ini saya sebagai anggota partai hanya menjalankan sesuai dengan program partai. Masih banyak yang harus dipikirkan untuk kemajuan bangsa ini.
Untuk masalah partai sendiri, apakah anda selalu memantau perkembangan dari Gerindra selama anda menjadi terdakwa dan ditahan?
Ya tentu saja. Informasi itu saya dapat dari beberapa anggota partai yang datang membesuk saya selama saya di tahan.
Dengan keinginan dari PDS sendiri yang ingin menggusung Prabowo sebagai capres. Penilaian anda sendiri?
Saya rasa itu adalah hal yang bagus. Pada intinya Partai Gerindra membuka pintu kepada siapa saja yang ingin dan mendukung sebuah perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.
Alasan anda bergabung dengan Partai Gerindra apa?
Awalnya saya tidak ingin dan tetap mendukung pemerintahan SBY-JK. Namun di tengah perjalanan pemerintahannya masih banyak mayoritas masyarakat kita masih berada di bawah kemiskinan. SBY-JK tidak menepati janji politiknya seperti sebelum dipilih. Karena hal itu maka saya ingin membuat perubahan untuk bangsa ini ke arah lebih baik dengan cara memasuki partai ini.
Strategi seperti apa yang dilakukan Gerindra sampai bisa diunggulkan dalam beberapa polling?
Coba anda jalan-jalan ke makam Sunan Drajat. Di dalam makamnya ada 4 pesan yang bila disimpulkan semuanya menjadi tujuan dari partai ini. Keempat pesan itu adalah pertama, berilah payung untuk orang yang kehujanan. Kedua, berilah nasi untuk orang yang kelaparan. Ketiga, berilah sarung untuk orang yang telanjang dan yang terakhir adalah berilah tongkat untuk orang yang buta.
Artinya dari sejak zaman dahulu yang dipesankan kepada pemimpin bangsa ini adalah memberikan dan memenuhi semua kebutuhan dasar dari rakyatnya.
Jika dilihat dari strategi militer juga hampir sama, dalam militer potensi pertama yang dilihat adalah jumlah penduduk dari suatu bangsa. Bagaimana potensi itu bisa diubah menjadi sebuah kekuatan besar yang solid dan sukar ditundukkan. Kemudian baru kekuatan yang riil dari angkatan perangnya termasuk berapa personelnya, persenjataannya dan terakhir siapa pemimpinnya.
Bagaimana anda menyikapi kasus anda? Apakah mungkin ada dampak positif misalnya nama anda jadi lebih populer?
Hahahaha, itu semua tergantung dari persepsi dari orang yang menilai saja. (ron/iy)











































