Anton Lesiangi: Golkar Menzalimi Sultan

Anton Lesiangi: Golkar Menzalimi Sultan

- detikNews
Jumat, 28 Nov 2008 16:21 WIB
Anton Lesiangi: Golkar Menzalimi Sultan
Jakarta - Saat ini Golkar tidak mendukung majunya Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi capres. Tapi diam-diam ada petinggi Golkar yang bersimpati pada Sultan. Golkar dituding telah menzalimi Sultan.

Petinggi Golkar itu adalah Ketua DPP Partai Golkar Anton Lesiangi. Kepada detikcom, ia secara blak-blakan membeberkan peta politik di Golkar, siapa penyumbang dana terbesar, bagaimana kepemimpinan JK dan simpatinya pada Sultan.

"Saya yakin Sultan akan menjadi presiden," kata Anton Lesiangi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut wawancara Ronald Tanamas dari detikcom dengan Anton Lesiangi:

Siapa penyumbang dana terbesar dalam Partai Golkar?

Kalau dalam internal Golkar dari kader partai pasti ada. Terutama Aburizal Bakrie karena dia adalah kader golkar. Tidak ada Undang-undang yang melarangnya.

Oleh karenaΒ  itu jika ada pengusaha besar yang bukan dari kader Golkar tiba-tiba menyumbang besar dengan maksud tertentu harus diwaspadai karena melanggar undang-undang.

Dalam partai Golkar dan hampir semua tahu ada empat orang dari Partai Golkar yang menyumbang besar. Urutannya adalah Aburizal Bakrie kemudian Jusuf Kalla, lalu Surya Paloh dan terakhir Agung Laksono.

Berapa besarnya dana yang diberikan oleh keempat orang itu untuk Partai Golkar?

Itu saya tidak tahu pasti. Tapi yang jelas Partai Golkar dibiayai oleh mereka dan kita semua tahu itu.

Apa tidak ada donatur besar lainnya di luar Golkar yang memberikan sumbangan kepada Partai Golkar?

Tidak ada dan itu juga tidak boleh karena tidak ada dasar hukum dan tidak sesuai dengan AD/RT dari Partai Golkar.

Apakah Golkar tidak memberikan sumbangan dana kepada para calegnya?

Ya memang diberikan, jumlahnya sebesar Rp 50 juta per orang. Saat ini sudah tidak bisa seperti dulu lagi. Dan sekarang sudah ada pembatasan calegnya hanya 200 orang saja. Berapa banyak sih paling

sekitar Rp 10Β  miliar. Masak uang Rp 10 miliar partai sebesar ini tidak mampu. Sedangkan Aburizal saja uang bersihnya ada US$ 9,7 miliar.

Kompensasi seperti apa yang diberikan jika memberikan uang dalam jumlah besar untuk partai ?

Tidak ada kompensasi itu. Karena partai Golkar didirikan hanya sebagai alat perjuangan untuk merebut kekuasaan. Kekuasaan itu apa yaitu RI1, RI2, menteri dan seterusnya sampai ke tingkat bawah.

Setelah merebut dan mendapatkan kekuasaan itulah tugas pertama dari fungsionaris Partai Golkar untuk mensejahterakan rakyat. Jika ada kasus dan harus diberikan sanksi maka harus sesuai dengan keputusan rapat pleno dari DPP. Β 

Ada kasus yang terjadi yaitu penentangan subsidi BBM 27,8 % dari kader Golkar yang masih muda bernama doktor Yuddy Chrisnandy. Dia hanya ditegur saja tidak pernah mendapatkan sanksi dari Jusuf Kalla. Kalau hanya ditegur saja, saya bilang jangan didengerin teguran itu.

Lalu apa saja kesalahan yang tidak sesuai oleh AD/RTΒ  Partai Golkar namun dilakukan oleh petinggi Golkar?

Ada satu contoh yaitu pada Rapim 3 pada bulan November tahun 2007. Itu memutuskan bahwa capres dan cawapres akan diputuskan sesudah pemilu legislatif pada tanggal 9 april 2009. Tidak ada target yang menjelaskan bahwa kita harus 30 % perolehan suara. Kemudian setelah itu berjalan sampi Rapim 4 pada Oktober 2008 kemarin itu sudahΒ  dicanangkan oleh Jusuf Kalla bahwa kita akan target 30 %.

Saya ingatkan sama Jusuf Kalla bahwa itu wacana bapak karena belum diputuskan baik oleh rapim maupun rapat pleno DPP. Jika nanti ada masalah bapak akan lemah dari segi hukum karena telah melanggar ketentuan AD/RT. Saat saya tegur sepeti itu, JK hanya mengatakan sudahlah Ton, beres itu semua bisa diatur.

Dalam Partai Golkar ada berapa lembaga tinggi yang bisa mengatur kebijakan?

Yang pertama Munas Golkar, yang kedua rapim Golkar dan ketiga adalah rapat pleno di tingkat DPP. Namun saat ini hasil rapim banyak yangΒ  tidak dilaksanakan.

Kenapa hal itu tidak dilakukan?

Silakan anda tanyakan hal ini kepada kroni-kroninya Jusuf Kalla seperti Sekjennya Sumarsono, Firman Subagyo, Andi Mattalata dan Muladi. Kemudian Rapim 3 juga membuat keputusan yang sangat strategis yang belum dilakukan sampai hari ini.

Yang pertama itu tadi masalah capres dan cawapres, kedua dari tingkat desa, naik kecamatan, naik tingkat 2, naik tingkat 1 kemudian sampai ke DPP harus sampaikan capres Golkar siapa saja. Dan sampai sekarang tidak ia lakukan.

Artinya dalam tubuh Golkar sendiri saat ini sudah terbagi menjadi 2 kelompok?

Oh tidak, walaupun kita tidak akur bukan berarti kita harus berpecah dan membuat partai tandingan. Ingat partai ini adalah partai tengah.

Apakah hal seperti ini sering terjadi di dalam partai?

Ini dimulai sejak Munas Golkar pada tahun 2004 sampai Rapim 3 banyak peraturan yang sesuai dengan AD/RT dilanggar terutama yang dilakukan oleh personel DPP khususnya pengurus harian. Karena itu Partai Golkar harus segera mereshuffle kabinet DPP ini juga merupakan keputusan rapim 3 yang juga tidak dilaksanakan sampai sekarang.

Kenapa harus diganti dan bagaimana perkembangan dengan penyampaian capres dari tingkat bawah itu?

Karena mental mereka adalah mental sontoloyo semua. Maka dari itu mereka saat ini ketakutan namun tertolong dengan DCT saja. Hal ini juga dilakukan oleh mereka kepada Sultan agar tidak menjadi capres yang saya bisa sebut sebagai penzaliman kepada Sultan.

Kenapa penzaliman karena itu sudah melanggar konstitusi,Β  tidak beretika dan tidak bermoral. Bukti penzaliman Sultan lainnya adalah UU Keistimewaan Yogyakarta dan UU Pemilihan Capres yang menggunakan perolehan suara 20 % untuk kursi DPR dan 25 % suara rakyat.

Karena para mental sontoloyo itu sudah merasa takut sekali terhadap Sultan. Apalagi jika dilihat dari pengamatan dan analisis politik lawan terberat dari SBY adalah Sultan. Maka dari itu mereka berusaha menjegal Sultan habis-habisan.

Siapa saja mereka itu?

Terutama incumbent saat ini dan kroni-kroninya.

Apa saja kejahatan politik lainnya yang dilakukan untuk menjegal Sultan?

Misalnya mereka menyebutkan Sultan sudah diusung oleh partai Republikan itu tidak benar. Kemudian Sultan dikatakan akan keluar dari partai Golkar. Itu semua tidak benar hanya tipuan saja. Dan dia

tidak pernah akan mengemis kepada partai Golkar atau partai manapun agar diusung sebagai capres. Kenapa demikian karena dia adalah raja Jawa. Tidak usah diusung dari partai namun pasti diusung oleh
rakyat.

Jika Sultan menjadi terpilih menjadi capres apa yang dilakukannya apakah akan duduk sebagai ketua umum?

Saya yakin Sultan akan menjadi presiden. Apabila ia duduk sebagai capres nanti saya yakin ia hanya menjadi dewan pembina saja. Ketua umumnya dia akan berikan kepada orang yang dia percaya. Dimana padaΒ  saat ini ada 3 calon kandidat kuat untuk menjadi ketua umum Golkar. Yang pertama Aburizal bakrie, Agung laksono dan Surya Paloh.

Anda merupakan tim sukses dari Sultan?

Bukan dan saya tidak termasuk di dalamnya. Saya hanya bersimpati saja kepada Sultan.

Menurut Anda siapa yang pasangan yang paling ideal dalam pemilihan nanti?

Kalau digabungkan antara Sultan dengan Prabowo, itu sudah mantap dan negara akan mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.

(ron/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads