JK Pantas No 1, Tetapi Tersandung Popularitas

JK The Real President

JK Pantas No 1, Tetapi Tersandung Popularitas

- detikNews
Rabu, 26 Nov 2008 10:20 WIB
JK Pantas No 1, Tetapi Tersandung Popularitas
Jakarta - Popularitas. Itulah salah satu batu sandungan bagi Jusuf Kalla, yang oleh Syafi'i Ma'arif disebut sebagai The Real President, untuk maju menjadi orang nomor satu di Indonesia. JK masih kalah populer dibandingkan dengan capres lainnya.

Apakah benar JK adalah The Real President? Bagaimana kansnya maju Pilpres 2008? Berikut tanya jawab detikcom dengan pengamat politik yang juga Direktur Indo Barometer M Qodari, Rabu (26/11/2008):

Bagaimana pendapat Anda tentang pernyataan Syafi'i Ma'arif yang menyebut JK adalah The Real President?


Pandangan pribadi saya, JK orang yang memang sebaiknya ada di pemerintahan karena action oriented dan get things done (ingin masalah diselesaikan). JK realistis dalam melihat politik walau punya problem, komunikasi politiknya terlalu 'mentah'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang banyak yang curiga mengenai conflict of interest antara posisi JK sebagai wapres dan bisnis keluarga karena latar belakang keluarganya, bisnis.

Selain itu, tingkat popularitas JK rendah. Orang melihat dia apa adanya dan di kalangan elit, ada yang melihat conflict of interest luar biasa. Dia sering dianggap suka menabrak aturan.

Jadi apa pantas JK jadi orang nomor satu?

JK nomor 1 pantas juga. Tetapi problemnya di popularitas, bagaimana mensinergikan kapasitas dengan popularitas karena kita menganut sistem pemilihan presiden langsung.

Saya tidak setuju dengan pendapat Pak Syafi'i. Jadi menurut saya, JK layak di dalam pemerintahan bisa presiden, wapres atau lainnya.

Kalau menjadi presiden, popularitasnya rendah dan jeblok. Padahal punya partai besar. Ini jadi ironi.

Kalau JK maju capres, apakah memecah belah hubungan dengan SBY?

SBY-JK kuncinya di hubungan personal di antara keduanya. Ada atau tidak chemistry selama ini. Ini soal SBY-JK pribadi. Kalau ada chemistry nggak ada masalah. Kalau tidak ada chemistry, ya masalah.

Kembali ke JK, orangnya realistis, dia punya hitung-hitungan politik sendiri. Kadang tidak dengar omongan orang. Ini yang kita tahu.

JK punya kalkulator politik. Contohnya tahun 2004 di konvensi Partai Golkar. Dia punya kalkulasi belum tentu menang (jadi capres) Kalau menang sumber daya manusia akan habis dan akan berhadapan dengan capres lain. Survei menunjukkan SBY populer, dan dia menghitung semua aspek mulai dari popularitas, hingga kecocokan. JK akhirnya memutuskan menjadi wapres.

Hitung-hitungan politik kalau JK maju jadi capres?

Kalau melihat angka survei sekarang dan tidak berubah di tahun 2009,
popularitas JK tidak pernah tinggi. Kalah...lewat. Cuma kita tidak tahu di tahun 2009 berubah tidak.

Ada 2 kemungkinan tetap rendah atau bisa tinggi. Kalau rendah, JK maju menjadi wapres bisa untuk SBY, Mega, Sultan dan Prabowo. Kalau popularitas dia tinggi, bisa maju jadi presiden. (aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads