Antarini Malik: Kita Akan Bikin Buku Tandingan

Kontroversi Adam Malik Agen CIA

Antarini Malik: Kita Akan Bikin Buku Tandingan

- detikNews
Senin, 24 Nov 2008 12:03 WIB
Antarini Malik: Kita Akan Bikin Buku Tandingan
Jakarta - Kecewa, tersinggung, dan marah. Begitu kira-kira perasaan yang mewakili keluarga besar Adam Malik terkait buku karya Tim Weiner 'Legacy of Ashes The History of CIA'. Bagi mereka, harga diri mantan Wakil Presiden era Soeharto itu tidak mungkin bisa dibeli.

Apa langkah-langkah keluarga untuk menyikapi tudingan kontroversial tersebut? Berikut wawancara detikcom dengan putri Adam Malik, Antarini Malik, Selasa (24/11/2008).

Setelah mendengar bahwa Adam Malik agen CIA, apa reaksi keluarga?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ya tersinggung pasti. Marah juga iya. Tapi kita usahakan tetap berpikir dengan kepala dingin. Jangan grasah-grusuh.

Bagaimana Adam Malik di mata keluarga?

Kami tidak mempercayai kalau Bapak agen CIA. Bapak itu pejuang dan diplomat. Hubungan bapak dengan berbagai pihak memang luas. Tapi bukan berarti bapak bisa dibeli orang ataupun CIA. Masa nilainya murah banget cuma US$ 10 ribu. Coba bayangkan!

Si Tim Weiner itu di sana dikenal sebagai yellow journalist, wartawan yang senang sensasi. Kalau bukunya jadi kontroversi kan jadinya laku. Dia memang suka menulis soal CIA.

Lalu apa yang akan dilakukan keluarga?

Saya sudah ngomong dengan salah satu saudara. Kita nanti bikin klarifikasi. Dia sekarang lagi ngumpulin buku-buku untuk membuat klarifikasi itu. Kita juga berencana bikin buku tentang kronologi misalnya. Tapi itu masih kita pikirkan.

Kapan akan klarifikasi?

Sebenarnya ini negara harus turun tangan. Bapak kan dulu pejabat dan tokoh nasional. Ini harus diklarifikasi oleh negara melalui sejarahwan di LIPI atau apa. Ini kan menyangkut soal sejarah bangsa.

Ada banyak kasus yang belum diklarifikasi negara. Misalnya soal dewan jenderal yang mengkudeta dan dibunuh oleh PKI. Itu benar atau tidak. Tidak pernah ada klarifikasi.

Apa akan melapor ke Kejagung?

Ya itu bisa saja. Tidak menutup kemungkinan. Tapi kita tetap akan gunakan kepala dingin. Nanti kita bicarakan lagi dengan pengacara kita juga. Soalnya ini kan susah ya, masalah hukum dan politik. (ken/iy)


Berita Terkait