Mendengar tudingan-tudingan itu, Adhyaksa geram. Pria berkumis tebal itu memperingatkan akan melaporkan si penuduh ke polisi jika terus menerus mencemarkan nama baiknya.
"Demi Allah saya tidak pernah memberi uang Rp 5 juta. Kalau si Sohan Gumay itu mengaku melihat dengan mata kepala sendiri itu bohong. Itu fitnah. Dalam rangka apa saya bagi-bagi uang di Hotel Ritz Calrton?" kata Adhyaksa kesal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut wawancara detikcom dengan Adhyaksa:
Apa Anda kenal dengan Sohan Gumay?
Siapa orang itu? Saya nggak kenal. Lihat batang hidungnya saja saya nggak pernah.
Apakah Anda akan polisikan dia?
Saya peringatkan, kalau dia nggak merubah sikap dan mencemarkan nama saya lagi, saya akan tuntut dia.
Jadi pemuda itu harus bersikap perwira. Kalau menang ya akui menang, kalau kalah ya akui kalah. Jangan kalah terus menuduh pemerintah dan menyalahkan orang lain.
Kenapa tuduhan itu bisa terjadi?
Kan KNPI itu pecah jadi dua. Satu kongres di Bali dan satu lagi di Ancol. Yang nuduh saya ini anak-anak Ancol. Mereka bilang saya ini membela satu kubu. Lho saya ini kan mewakili selaku Menpora. Apa kepentingan pemerintah untuk membela satu pihak? Nggak ada.
Apa sebenarnya penyebab KNPI terpecah?
Itu kan sebabnya sistem mereka sendiri. Pengurus terakhir itu pengurusnya sangat banyak sampai 300 orang. Akhirnya jadi terpecah-pecah. Ke depan ini harus diatasi. Jangan sampai jumlah pengurus itu sebanyak itu.
Kasus ini sudah dibawa ke depan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pak Wapres sudah minta keduanya bersatu. Keduanya sudah sepakat. Saya harap setelah ini tidak muncul fitnah-fitnah lagi. (ken/iy)











































