Berikut petikan wawancara wartawan detikcom muhammad nur hayid dengan Ketua PPIH Arab Saudi yang juga staff teknis urusan haji, Dr Nur Samad Kamba mengenai persiapan dan langkah-langkah antisipasi untuk jamaah haji indonesia di madinah
Kabarnya, haji tahun ini hanya ada 18 persen jamaah yang ada di pemondokan di ring satu?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berarti yang 82 persen itu jauh pemondokannya?
Ya beragam sesuai dengan undian, qur'ah. Ada yang 3 kilo, ada yang 5 kilo, maksimal 10 kilo
Ada uang kembali untuk jamaah yang pemondokannya jauh?
Ada, besarannya disesuaikan dengan jarak pemondokan dengan Masjidil Haram
Bagaimana langkah pemerintah untuk melayani jamaah yang ingin berhaji di Masjidil Haram?
Kita sudah melakukan kontrak dengan perusahaan bis sebanyak 600 buah, nanti operasionalnya bertahap. Semuanya kita siapkan untuk mengangkut jamaah kita yang akan berhaji di Masjidil Haram
Bukankah macet kalau musim haji tiba?
Kita membuat skenario dengan membuat terminal-terminal pemberangkatan agar busnya mudah saat menjemput jamaah, semacan shelter busway. Busnya mutar, terus berhenti di titik-titik yang kita tentukan. Waktunya pukul 10.00-14.00 sholat zuhur, dan pukul 14.00-22.00 untuk ashar, magrib, dan isya. Semantara untuk subuh sudah disiapkan sejak pukul 3-an.
Bagaimana Soal katering Armina?
Untuk katering Armina, kita akan melanjutkan sistem prasmanan. Semua sudah kita cek dan siap untuk melayani jamaah kita. Yang pasti kita telah meminta perbaikan baik dari sisi gizi, rasa masakan yang khas indonesia, dan tepat waktu. Kita sudah konsultasi dengan ahli gizi agar tidak di bilang buncis lagi-buncis lagi.
Jadi secara umum siap menyambut tamu Allah?
Kita semua sudah berusaha, tinggal kita berdoa semoga semua berjalan sesuai yang di rencanakan dan tidak ada halangan apapun. (yid/ndr)










































