Jarak Pemondokan Jamaah Indonesia Terjauh 10 Km dari Masjidil Haram

Laporan Haji

Jarak Pemondokan Jamaah Indonesia Terjauh 10 Km dari Masjidil Haram

- detikNews
Jumat, 07 Nov 2008 06:23 WIB
Jakarta - Pelaksanaan ibadah haji tahun ini lebih berbeda dari tahun sebelumnya. Kini jamaah mesti lebih bersabar dengan jauhnya pemondokan di Makkah. Hal ini akibat dari perluasan Masjidil Haram yang merobohkan pemondokan-pemondokan di sekitar masjid yang selama ini ditempati jamaah haji.

Berikut petikan wawancara wartawan detikcom muhammad nur hayid dengan Ketua PPIH Arab Saudi yang juga staff teknis urusan haji, Dr Nur Samad Kamba mengenai  persiapan dan langkah-langkah antisipasi untuk jamaah haji indonesia di madinah

Kabarnya, haji tahun ini hanya ada 18 persen jamaah yang ada di pemondokan di ring satu?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Betul, ini akibat perluasan Masjidil Haram. Banyak sekali gedung-gedung yang dulunya pemondokan di robohkan. Akibatnya, gedung di sekitar masjid jadi sedikit dan harganya mahal, bisa mencapai 3.500-4.000 real. Sementara kita hanya di patok 2.000 real, akibatnya, kita harus minggir karena kita hanya dapat 18 persen yang ada didaerah markaziyyah yang jaraknya 700-1.400 meter. Sisanya berada di atas 2 kilo sampai 10 kilometer.

Berarti yang 82 persen itu jauh pemondokannya?


Ya beragam sesuai dengan undian, qur'ah. Ada yang 3 kilo, ada yang 5 kilo, maksimal 10 kilo

Ada uang kembali untuk jamaah yang pemondokannya jauh?

Ada, besarannya disesuaikan dengan jarak pemondokan dengan Masjidil Haram

Bagaimana langkah pemerintah untuk melayani jamaah yang ingin berhaji di Masjidil Haram?

Kita sudah melakukan kontrak dengan perusahaan bis sebanyak 600 buah, nanti operasionalnya bertahap. Semuanya kita siapkan untuk mengangkut jamaah kita yang akan berhaji di Masjidil Haram

Bukankah macet kalau musim haji tiba?


Kita membuat skenario dengan membuat terminal-terminal pemberangkatan agar busnya mudah saat menjemput jamaah, semacan shelter busway. Busnya mutar, terus berhenti di titik-titik yang kita tentukan. Waktunya pukul 10.00-14.00 sholat zuhur, dan pukul 14.00-22.00 untuk ashar, magrib, dan isya. Semantara untuk subuh sudah disiapkan sejak pukul 3-an.

Bagaimana Soal katering Armina?


Untuk katering Armina, kita akan melanjutkan sistem prasmanan. Semua sudah kita cek dan siap untuk melayani jamaah kita. Yang pasti kita telah meminta perbaikan baik dari sisi gizi, rasa masakan yang khas indonesia, dan tepat waktu. Kita sudah konsultasi dengan ahli gizi  agar tidak di bilang buncis lagi-buncis lagi.

Jadi secara umum siap menyambut tamu Allah?

Kita semua sudah berusaha, tinggal kita berdoa semoga semua berjalan sesuai yang di rencanakan dan tidak ada halangan apapun. (yid/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait