"Kita menganggap, tindakan Satria yang berani untuk menceritakan kasus ini adalah bagian dari jihad untuk dirinya. Yang akan memutuskan mata rantai dan membuka kasus ini kepada umum," kata Dedi.
Berikut wawancara detikcom dengan Dedi, ayah Satria, di rumahnya di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini belum ada sekolah yang menerima siswa baru untuk semester yang tanggung karena tinggal 1,5 bulan lagi belajarnya.
Tapi rencananya, Satria akan diikutkan kursus untuk mengisi waktu terutama bahasa inggris. Dan fokus kepada klub bolanya.
Bagaimana upaya ke depan?
Kita ingin support sang anak secara psikis untuk mau sekolah lagi. Kasus ini menjadi contoh untuk yang lain. Dan agar dapat diambil tindakan hukum yang berlaku.
Kita menganggap, tindakan Satria yang berani untuk menceritakan kasus ini adalah bagian dari jihad untuk dirinya. Yang akan memutuskan mata rantai dan membuka kasus ini kepada umum.
Rencana di sekolah yang baru?
Kita akan mengembalikan kepercayaan diri Satria, bagaimana agar masuk ke sekolah yang baru menjadi lebih tenang, dan bertemu teman-teman baru. Mudah-mudahan lebih terjamin pengawasannya dari pihak sekolah.
Sudah ada bayangan sekolah mana yang akan dipilih?
Anak saya cukup berprestasi, jadi akan dipindahkan ke sekolah negeri juga. Ada rencana SMA 38 atau SMA 49 dan SMU 109, karena lebih dekat dengan rumah.
Dari pihak kepolisian apa tindakan selanjutnya?
Dengan tereksposnya berita ini oleh teman-teman pers mendapat respon dari Kapolres Jakarta Selatan Kombes Chairul Anwar dan akan segera ditindaklanjuti untuk menghadirkan saksi-saksi yang ditunggu hingga malam ini.
Dari pihak sekolah tindakan apa yang sudah dilakukan?
Kepala Sekolah SMA 26 mengatakan kepada saya bahwa sudah ada kesepakatan antara pihak sekolah dan tersangka untuk memutuskan hubungan kerja.
Apa yang disampaikan Kak Seto kepada keluarga?
Kak Seto juga sangat prihatin terhadap kasus ini. Kemudian dia menekankan untuk menjalin komunikasi yang intensif antara anak dan orang tua. Selain itu, Kak Seto juga membantu untuk merekomendasikan sekolah yang baru. (nwk/gah)











































