Bagaimana Anda mengenal Amrozi?
Pada tahun 1994, saya pernah kerja bareng Amrozi di bengkel las di Johor (Malaysia). Amrozi tukang cat dan saya tukang las. Amrozi itu orang yang ceria, dia jarang mengutarakan kesedihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami ada hubungan keluarga. Dia menikahi adik saya. Tanpa saya dia tidak bisa menikah. Tahun 1990, saya harus pulang dari Afghanistan untuk menghadiri pernikahan Muklas, karena adik saya minta syarat saya harus hadir.
Bagaimana dengan Imam Samudera?
Dia murid saya. Dia paling banyak bicara, orang yang suka memaksakan pendapatnya. Dan dia punya semangat, spirit yang besar. Kalau anak kecil selalu bergerak, tapi bukan berarti paling pintar.
Soal eksekusi, ada kekhawatiran terjadi ekses akibat pelaksaanaan hukuman mati atas 3 orang itu?
Kenapa harus khawatir bom setelah eksekusi? Tidak perlu resah akan terjadi sesuatu setelah eksekusi.
Bisa Anda ceritakan kisah seputar bom Bali I?
Setelah bom Bali I, saya mengunjungi rumah Muklas sekitar akhir Oktober 2002, ingin bertemu adik saya. Saya sempat bermalam 1 malam di sana, kemudian bicara empat mata dengan Muklas di kamar. Saat itu dia bilang, 'Bom Bali itu ana (saya) dan adik-adik'
Kemudian?
Setelah itu saya bilang dia dalam bahaya, lalu saya berikan alamat saya di Palu kepada dia. Saya kemudian pulang ke Palu, sambil memantau. Saat itu saya berharap Muklas tidak ditangkap. Tapi kemudian pada Desember 2002 dia ditangkap.
Bicara soal JI, Bagaimana dengan kekuatannya saat ini, apakah mungkin melakukan aksi bom?
Mereka tidak cukup punya kekuatan kembali. Yang jelas biarpun ada orang yang punya semangat atau ahli (bom), tapi itu tidak setara, dan mudah-mudahan tidak akan terjadi
(Sambil menyeruput minuman ringan, Mantan Ketua Mantiqi II JI yang mengepalai kawasan Sulawesi dan Filipina ini lalu bertutur soal JI dan posisi Osama.)
Bagaimana sebenarnya Jamaah Islamiyah itu?
Ini berangkat dari kepercayaan yang diyakini untuk memperjuangkan Islam dan mendirikan negara Islam agar bisa hidup dalam suasana Islam, mencari kemaslahatan (JI dibentuk pada 1993, sebagai pemisahan dari Negara Islam Indonesia/NII)
Kenapa kemudian bisa timbul kekerasan?
Ini akibat beda pendapat. JI terbelah ketika sebagian anggota setuju dengan pendapat Osama bin Laden. Ini berkaitan dengan statemen Osama yang keras yang dikeluarkan akhir 1998 yang menyatakan bolehnya membalas dendam dengan membunuh warga sipil dan sekutunya
Poisis Osama di JI?
Dia itu orang luar, bukan JI. Tapi Osama dianggap telah memberi semangat kepada umat Islam di dunia, memberi justifikasi. Jadi JI menyambut seruan.
Siapa yang berperan di JI dalam hal ini?
Hambali (kini ditahan di Guantanamo) orang yang pertama menerima. Dia yang menyebarkan di JI. Dia memfotokopi dan menyebarkannya sebagai nasihat dan wasiat umat islam. Pada tahun 1999, Hambali pulang dari Afghanistan, dia dianggap representasi dari mujahidin Afghanistan. Dan JI kemudian juga punya tempat pelatihan di Filipina, Kamp Hudaibiyah
Lalu?
Hambali melatih Azahari, Jafar, Rois, Faiz, Abu Bakar Bafana, yang aktif di mantiqi I, wilayah Malaysia Barat dan Singapura. Dan aksi pertama Hambali adalah bom Kedubes Filipina dan gereja-gereja di Jakarta tahun 2000. Itu dianggap sebagai balas dendam. (ndr/sho)











































