Produk-produk yang rencananya akan dimusnahkan tersebut batal dilaksanakan tanpa adanya penjelasan yang pasti. Menurut Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib, pemusnahan produk-produk
itu sudah dilaksanakan pada hari itu juga pada pukul 24.00 WIB.
"Produk-produk dari China itu dimusnahkan semua pada pukul 24.00 WIB," kata Husniah kepada detikcom per telepon, Selasa (28/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut hasil wawancara Ronald Tanamas dari detikcom dengan Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib:
Kenapa tiba-tiba ada pembatalan pemusnahan terhadap produk China?
Itu terus terang saya ingin menjalankannya pada kemarin siang. Pemusnahan produk dari China itu sebenarnya sudah disiapkan sejak tanggal 4 Oktober 2008 kemarin. Namun karena sangat dekat dengan hari lebaran terus diundur lagi tanggal 20 Oktober 2008.
Ternyata pada tanggal itu Menkes diajak oleh Presiden untuk ke Beijing. Kemudian Menkes memberitahu saya untuk menetapkan tanggal 27 Oktober 2008 untuk pemusnahan produk China tersebut.
Pembatalan itu dilakukan secara tiba-tiba karena Menkes sendiri hadir pada saat itu di lokasi, detailnya disebabkan oleh apa saya tidak tahu. Padahal kemarin siang itu kita sudah mempersiapkan pemadam kebakaran, pengamanan dari pihak kepolisian untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Apakah Anda tahu apa penyebabnya?
Saya tidak tahu, silakan ditanyakan langsung kepada Menteri Kesehatan. Yang jelas pembatalan itu secara tiba-tiba dan mendadak.
Apakah pembatalan itu atas perintah Presiden atau Wakil Presiden sebagai atasan dari Menkes?
Saya tidak tahu.
Apa mungkin ini terkait dengan keberangkatan Presiden ke negeri China beberapa waktu lalu?
Saya kira tidak, karena China sendiri juga ikut memusnahkannya, karena menurut China, dia sendiri juga tidak menduganya bisa sampai terjadi seperti itu. China merasa kecolongan juga dengan melamin itu.
Darimana Anda bisa mengetahuinya?
Ada pertemuan pada tanggal 7 Oktober 2008 kemarin di Manila yang dihadiri oleh seluruh Menteri Kesehatan se-ASEAN yang bertujuan membahas bahaya melamin. Dengan ditambah 3 negara lainnya yaitu China, Korea dan Jepang.
Apa alasan dari China pada saat itu?
Ini semua bermula dari perusahaan susu yang berada di seluruh China. Pengusaha susu tentu mendapatkannya dari para peternak susu. Kemudian para peternak susu ini mengencerkan produk susunya demi mendapatkan keuntungan 2 kali lipat. Susu yang diencerkan itu pasti kelihatan dari bentuk fisik susu tersebut, karena itu para peternak menggabungkannya dengan melamin agar kembali seperti semula, kental.
Kalau dibawa ke pabrik yang diperiksa adalah kadar nitrogen susu untuk melihat kadar protein susu. Ternyata melamin ini terdiri dari 66 persen adalah nitrogen. Sehingga semuanya bersih dan memenuhi standar operasional yang ditetapkan.
Apa saja sebenarnya yang harus diperiksa dari sebuah susu sesuai standar operasional yang ditetapkan?
Susu itu yang diperiksa adalah cemaran bakteri, fisik, kimia dan itu semua ada parameter yang bernama uji susu, tapi tidak parameter uji melamin. Sehingga pada akhirnya bisa ketahuan dari banyaknya bayi di China mengidap sakit batu ginjal. China akhirnya memeriksa susu yang diproduksi.
Menurut Anda sendiri, siapa yang akan bertanggung jawab jika masyarakat keracunan?
Yang jelas China. Karena pada pertemuan di Manila pada waktu itu, China mengumumkan kalau ada yang dirugikan yang disebabkan produk dari China bisa dilaporkan ke negara tersebut. Dan China bersedia mengganti kerugian tersebut.
Bagaimana prosedur penggantian tersebut?
Tidak ada pembahasan secara teknis pada saat itu, karena yang hadir adalah semua menteri. Mungkin akan ditindaklanjuti oleh para bawahannya.
Apa langkah dari BPOM selanjutnya terhadap produk China yang tidak jadi dimusnahkan itu?
Sudah saya musnahkan, kemarin tepat jam 12 malam di Tempat Pemusnahan Akhir (TPA) di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Pemusnahan itu disaksikan oleh Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI).
Kenapa pemusnahan itu dilakukan pada pukul 12.00 malam ?
Tadinya mau dimusnahkan pukul 10 malam, namun lalu lintas masih ramai, selain itu yang mengangkut makanan itu ada 12 truk. Jalanan disana kecil-kecil, selain alasan itu kita juga mempertimbangkan para pemulung disekitar TPA yang ingin menyerbu makanan yang berbahaya itu.
Siapa saja yang hadir pada saat pemusnahan produk berbahaya tersebut?
Yang hadir dari Pusat penyidikan BPOM, YPKKI dan Balai POM DKI.
Berapa lama proses pemusnahan itu?
Prosesnya dibakar dari jam 12 malam sampai jam 5 tadi pagi. Ada 478.256 bungkus makanan yang terdiri dari 15 jenis produk. Detailnya dari 15 jenis itu saya lupa.
Senin 27 Oktober 2008 kemarin siang, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan pemusnahan 12 truk produk makanan impor yang mengandung melamin di Kantor BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat dibatalkan. Menkes enggan mengatakan alasan pembatalan itu.
Menkes hanya mengatakan pemusnahan itu tidak diizinkan untuk dipublikasikan. Yang tidak mengizinkan, "Dari atasan saya," kata Menkes.
(ron/nwk)
