Bulan Oktober Bulan Terorisme, Polisi Diharap Waspada

Bulan Oktober Bulan Terorisme, Polisi Diharap Waspada

- detikNews
Senin, 13 Okt 2008 17:24 WIB
Bulan Oktober Bulan Terorisme, Polisi Diharap Waspada
Jakarta - Tinggal menghitung hari Amrozi Cs dieksekusi mati, namun para pelaku bom Bali ini tidak gentar. Bahkan mereka mengancam akan membalas dendam kepada orang-orang yang akan mengeksekusi mati mereka.

Pengamat Intelejen Wawan Purwanto mengingatkan Polri untuk tetap waspada, apalagi bulan Oktober dapat dikatakan sebagai bulan terorisme. Pengamanan perlu dilakukan untuk mencegah terulangnya peristiwa pengeboman di Indonesia.

Berikut wawancara detikcom dengan Wawan Purwanto, Senin (13/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amrozi mengancam akan melakukan balas dendam bila dieksekusi. Menurut bapak seberapa serius ancaman ini?

Kalau kita lihat kasus di Palembang, dimana ada sejumlah orang ditangkap karena tindak terorisme menunjukan mereka masih punya kekuatan. Mereka masih eksis, punya kekuatan dan masih melakukan rekrutmen anggota baru. Hal ini memang perlu diwaspadai polisi dan aparat keamanan. Namun perlu diingat saat ini aparat keamanan juga lebih siap, dapat kita lihat kalau kita masuk ke dalam gedung pengamanannya sudah ketat. Ada metal detektor, lalu juga pemeriksaan mobil-mobil yang masuk. Ini menunjukan aparat keamanan kita sudah lebih siap.

Ada informasi berlarut-larutnya eksekusi Amrozi Cs disebabkan adanya ancaman jika mereka dieksekusi akan ada serangan bom. Analisa bapak seperti apa?

Saya melihat berlarut-larutnya eksekusi tersebut disebabkan mereka masih mempunyai langkah hukum, seperti yang terakhir mereka mengajukan judicial reviw ke Mahkamah Konstitusi. Kalau langkah hukum sudah habis, tentunya mereka akan dieksekusi. Selain itu berlarut-larutnya eksekusi mereka juga untuk pengungkapan pelaku terorisme lain di Indonesia.

Maksudnya pengungkapan pelaku terorisme lain seperti apa pak?

Untuk mengejar pengakuan dan keterangan dari Amrozi Cs tentu membutuhkan waktu. Dan berlarut-larutnya eksekusi digunakan untuk mengorek keterangan dari mereka. Kita lihat sudah banyak pelaku tindak terorisme sekarang tertangkap, dan tidak menutup kemungkinan ini informasi dari mereka.

Selain itu mereka juga dibutuhkan untuk mengungkap peran pihak ketiga, seperti saat bom Bali ada peledak jenis C4 yang ikut meledak. Dan peledak jenis ini adalah peledak pabrikan, dan tidak bisa dirakit sendiri. Tentu saja polisi berkepentingan untuk mengetahui siapa pemasok C4 tersebut.
Namun tentu saja kepentingan penyidikan ini bertentangan dengan rasa keadilan korban bom Bali.

Antisipasi keamanan bagaimana pak, untuk mencegah aksi balas dendam tersebut?

Tentu saja aparat kepolisian harus tetap waspada, apalagi bulan Oktober bisa dikatakan bulan teroris. Kita bisa lihat banyak bom terjadi di luar negeri seperti di Pakistan dan Iran. Yang paling penting pengamananan juga harus ditingkatkan. Seperti saya katakan tadi aparat keamanan kita sekarang relatif lebih siap, mereka sudah biasa memeriksa kendaraan yang masuk ke gedung atau pemeriksaan tas.

(nal/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads